Dovizioso Ke Yamaha Movistar Rossi Jadi Test Rider

loading...

Haloo sobat media2give^^ Kali ini Saya akan berbagi informasi mengenai dunia balap MotoGP lagi,yaitu seputar Dovizioso Ke Yamaha Movistar Rossi Jadi Test Rider.Baru-baru ini pecinta MotoGP di kejutkan oleh isu dan rumor bahwa Andrea Dovizioso akan hengkang meninggalkan Ducati.Destinasi kepindahannya adalah untuk menuju ke tim Yamaha Movistar.

Berita itu mencuat setelah jurnalis MotoGP asal Italy,Maurizio Bruscolini mengungkapkannya ke media dalam acara Paddock TV yang dipandu Franco Bobbiese.Paddock TV merupakan salah satu acara di stasiun TV LA-6 Italy.Yamaha telah lama tertarik dan ingin mengontrak Dovizioso,apalagi performanya musim ini sangat hebat.Rencananya Dovizioso akan ditandemkan dengan Maverick Vinales.

Lalu bagaimana dengan Rossi? Kontrak Rossi habis pada akhir tahun 2018,sehingga Jika Dovizioso datang,otomatis posisi Rossi tergantikan dan Rossi harus menjalani musim 2019 dengan status baru,bukan lagi sebagai pembalap reguler,tapi berubah menjadi Test Rider dan Rider Pengembang Motor.Selama ini Rossi memang menjalani peran ganda karena selain berfungsi sebagai pembalap Yamaha,Vale juga dipercaya untuk mengembangkan motor.

Peran ini dijalani Rossi semenjak pindah ke Yamaha pada 2004 silam.Jabatan Test Rider ini memberikan Rossi posisi yang lebih tinggi,sebab Rider Pengembang juga penting dalam tim untuk memberi masukan agar mekanik bisa menyeting motor dengan performa terbaik.

Bruscolini,sang penyebar isu kepindahan Dovizioso sendiri dikenal di MotoGP karena memiliki kredibilitas tinggi ketika membuat sebuah berita.Dia tidak sembarangan mengeluarkan statement.Bruscolini berbicara berdasarkan sumber yang dia percaya.Sumber ini adalah orang yang punya jabatan tinggi dan di rahasiakan identitasnya oleh Bruscolini.

“Yamaha serius mengincar Dovizioso.Saya jamin berita itu benar.Dovizioso sepakat pindah ke Yamaha dan Saya mendapat informasi ini dari sumber terpercaya.Namun Yamaha sengaja menutupinya rapat-rapat, dikutip dari Tuttomotoriweb, Rabu (25/10/2017).”

“Yamaha ingin memecahkan masalah mereka dengan cara merekrut Dovizioso.Saya ingin ucapkan selamat tinggal pada Massimo Meregalli (Direktur Tim),Alen Bollini (Media Manager) dan William Favero (Marketing and Communication Manager).Mereka selalu penasaran tentang bagaimana cara Saya mendapat berita eksklusif.Saya hanya bisa mengatakan,berita itu dari orang yang jabatannya lebih tinggi dari mereka bertiga,kata Bruscolini.”

Terdengar aneh bila dipikir,Rossi yang sangat lekat bersama Yamaha akan di depak.Bagi Yamaha,Rossi adalah sosok penting dan di usianya yang 38 tahun ini dia masih cukup kompetitif.Namun segalanya bisa terjadi di MotoGP seperti kata Nick Harris : Never Say Never In MotoGP”.Hanya saja,melepas Rossi bukanlah sesuatu yang sederhana.Banyak fans yang tidak rela Rossi cuma dipakai untuk Test Rider.

Rossi sendiri pun belum tentu bersedia,mengingat dia merupakan peraih 9 gelar juara dunia,sang maestro balap.Disisi lain,keputusan ini malah bisa membuat bos Dorna,Carmelo Espelata senang.Bukan karena Rossi tidak membalap lagi,namun dengan cara seperti ini,orang-orang masih bisa melihat Rossi,sekalipun bukan sebagai pembalap MotoGP lagi.

Faktor kapan Rossi pensiun juga bakal berpengaruh,walaupun dia tidak memiliki wewenang untuk memutuskan,tapi Yamaha tentu mempertimbangkan kehadiran Rossi di tim.Sementara bagi Dovizioso,inilah momen tepat untuk menawar harga tinggi bila pindah ke Yamaha.Di Ducati,Dovizioso dibayar 10 kali lebih kecil dari pendapatan Lorenzo yang kontraknya senilai 12,5 juta Euro atau setara dengan Rp 177 miliar.

Kenapa yang dipilih Dovizioso? bukannya Zarco saja? Padahal Zarco juga tampil impresif di tahun ini dengan motor satelit Yamaha Tech 3.Kembali lagi,hanya petinggi Yamaha yang berhak menentukan siapa yang bisa menggantikan posisi Rossi.Perlu diketahui bahwa Dovizioso adalah pembalap dengan segudang pengalaman.Dia pernah merasakan jadi pembalap Satelit Honda (JiR Scot Team),pembalap Pabrikan Honda (Repsol Honda),pembalap Satelit Yamaha (Yamaha Tech 3) dan pembalap Pabrikan Ducati (Ducati Team).

Musim lalu Dovizioso juga nyaris bergabung dengan Honda Repsol.Waktu itu dia menunggu keputusan Maverick Vinales dan Suzuki,sambil menunggu keputusan Ducati,apakah memilihnya atau Iannone.Jika Ducati memilih Iannone,Dovizioso punya opsi kembali ke Honda Repsol dengan catatan Yamaha merekrut Pedrosa.Tapi ketika Vinales setuju pindah ke Yamaha dan Suzuki bersedia melepasnya dan Iannone tidak dipilih Ducati,akhirnya Dovizioso tetap bertahan di Ducati.

“Saya nyaris saja merapat ke Honda,tapi semuanya bergantung pada keputusan Vinales dan Suzuki,kata Dovizioso.”

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*