Panas Dingin Hubungan Rossi & Marquez Sampai Kini

loading...

Haloo sobat media2give^^ Lama banget nggak posting,kangen juga nih sharing info-info MotoGP lagi hehehe… Okey,kali ini Saya akan membahas seputar Panas Dingin Hubungan Rossi & Marquez Sampai Kini.Saya cukup tertarik dengan Relationship 2 Rider jagoan MotoGP ini.Pasalnya di kompetisi yang ketat,masalah rupanya tak dapat di hindari.Gesekan dan kontak fisik selama balapan tak pelak menciptakan konflik baru yang tak kunjung henti.

Sejatinya Rossi dan Marquez merupakan 2 pembalap terhebat MotoGP beda generasi.Old King Vs New King,begitulah kira-kira fight yang terjadi antar keduanya yang sama-sama berebut tahta tertinggi kelas premier MotoGP.Rossi boleh bangga dengan 9 titel gelar juara dunia yang sulit disamai pembalap lain.Namun Marquez juga punya obsesi melewati pencapaian Rossi itu dan menjadi yang terbaik sekaligus Legenda baru MotoGP.

Perjalanan waktu menyuguhkan berbagai kisah pada hubungan Rossi dan Marquez sebagai joki kuda besi tercepat.Jika kalian masih ingat,jaman dulu kala Marquez sangat mengidolakan Rossi.Rossi adalah inspirator dan referensi balap Marc kecil.Bahkan kekaguman itu makin nyata saat mereka foto bersama.Marquez datang ke Paddock Yamaha untuk berjumpa dengan Rossi,sang idolanya.Waktu terus berjalan dan usia Rossi terus bertambah.

Seiring pergantian masa,Marc tumbuh menjadi pembalap tangguh.Latihan,kerja keras dan motivasi tinggi serta bakat balap yang dia miliki,membawa Marquez sekarang berada di satu level dengan Valentino Rossi.Kedatangan Marc di sambung hangat oleh The Doctor.Sayang pada 2013 Rossi tengah dalam masa adaptasi pasca Comeback ke Yamaha.Di tahun yang sama Marc menunjukkan tajinya.

Bahkan nama Rossi sedikit tenggelam oleh performa luar biasa The Baby Alien.Malahan duel Rossi Vs Marc belum muncul karena lawan tangguh Marc saat itu adalah Lorenzo.Sepeninggalan Rossi,YZR-M1 di bangun untuk gaya balap Lorenzo sehingga proses penyesuaian Rossi lebih sulit di Yamaha,ditambah pada musim itu Honda telah mengaplikasikan teknologi SSG yang sangat membantu kecepatan perpindahan gigi.2 tahun pertama,Marquez sukses menyabet titel juara dunia MotoGP.

Barulah di tahun 2015 Rossi menunjukkan kemampuan aslinya dengan motor yang lebih kompetitif.Tanpa diprediksi sebelumnya,hubungan Rossi dan Marquez berubah total.Sederet masalah pelik menghampiri mereka yang melibatkan emosi dan energi.Mau tau bagaimana sejarah hubungan panas dingin Rossi dan Marquez sejak tahun 2015? Yuk disimak bersama infonya berikut ini^^

GP Argentina 2015

Disinilah awal mula problem Rossi dan Marquez.Marquez yang separuh balapan memimpin 4 detik di depan pembalap lain mulai kehabisan grip ban.Rossi dari belakang menyusul dan mampu memangkas gap 4 detik dari Marquez.Tibalah saat mereka berduel Head to head.Rossi menyalip Marc,tapi langsung dibalas.

Marc terlalu dekat dengan Rossi dan akhirnya tersenggol hingga Crash.Sementara Rossi melenggang mulus jadi juara.Selepas race,Marc mengaku dia memang salah mengambil posisi.Tapi siapa sangka dari balapan ini Marc sudah mulai kesal dengan Rossi.

GP Assen 2015

Berlanjut ke balapan di sirkut Assen.Penonton disuguhi pertempuran habis-habisan Rossi dan Marquez.Situasi makin mendebarkan karena duel ini terus terjadi sampai Last Lap.Tak ada yang mau mengalah.Di tikungan Chicane terakhir,Marquez mencoba bermanuver di sisi dalam tikungan untuk menyalip Rossi.Vale merespon dan berusaha mempertahankan Racing Linenya.

Benturan tiba-tiba saja terjadi.Rossi terpaksa menegakkan motor dan melindas Gravel,sedangkan Marc tetap di jalur balapnya.Rossi menang race dan ini membuat Marc makin marah,sebab dia berpikir seharusnya tikungan terakhir itu jadi miliknya dan dia yang mestinya menang.

Press Conference After Phillip Island 2015

Pikiran Marc kian kacau karena berkali-kali kehilangan point akibat terlalu memaksakan motor.6 kali DNF di Termas de Rio Hondo,Mugello,Catalunya,Silverstone,Aragon dan Sepang otomatis mengubur peluangnya jadi juara dunia MotoGP 2015.Situasi memanas di GP Phillip Island.

Seusai balapan,di Press Conference Rossi secara terang-terangan menuding Marc sengaja membantu Lorenzo.Pace Marc sangat tinggi dan Rossi berpikir seharusnya Marc bisa memimpin jauh di depan.Tapi kenyataannya dia malah bermain-main dengan Rossi.Rossi merasa Marc ingin menghambatnya dari upaya mengejar Lorenzo.

Apakah Anda berpikir Marquez sengaja membantu Lorenzo?

“Ya,sejujurnya itu benar.Marc hanya bermain-main denganku.Dia tidak bermain Fair Play.Bagi Saya ini mengecewakan,tapi Saya tidak menyangka dia akan melakukannya secara terang-terangan.Saya khawatir karena dia tentu akan mencobanya lagi di Sepang dan Valencia.”

Jika Marc membantu Jorge kenapa dia menyalipnya?

“Saat race saya mengamatinya dan tidak mengerti.Dia justru terus berada di dekat Saya dan Iannone.Dia tau kalau Saya tertinggal dari Ducati di trek lurus.Tiap kali Saya overtake,dia cepat-cepat membalas.Anehnya,dia melambat dan menciptakan gap yang jauh dengan Jorge.Dia ingin menjaga jarak dan memastikan bisa mengejar Lorenzo di 3 lap terakhir.Mungkin dia bermaksud menempatkan pembalap lain antara Saya dan Jorge untuk menghalangi Saya mengejar Jorge.”

Menurut Anda kenapa Marc melakukan ini?

“Dia lebih suka Lorenzo yang menang.Dia marah padaku,meski tidak pernah bilang namun dia masih berpikir bahwa di Argentina Saya yang menjatuhkannya dan di Chicane Assen seharusnya dia yang menang.Dia berpikir layaknya anak kecil, jika Saya tidak menang,Kamu juga tidak boleh menang.”

GP Sepang 2015

Karena di tuduh yang macam-macam,Marc makin menggila di Sepang.Dia seperti memberi jalan untuk Lorenzo menyalipnya.Ketika itu terjadi,Rossi ikut mendekat,namun Marquez mati-matian menghalangi Rossi.Berkali-kali aksi berbahaya di tunjukkan Marc ke Rossi.Vale sudah memperingatkan Marc dengan mengangkat tangan agar Marc tidak mengganggunya.Lap 7 emosi Rossi tak terbendung.Rossi merespon perilaku Marc,mencoba menggiringnya ke sisi lebar tikungan.

Terjadilah kontak motor dan Marc Crash.Atas insiden ini Rossi dan Marc dipanggil Race Director untuk dimintai keterangan.Rossi diganjar penalty 1 poin atas tindakan tidak bertanggung jawab.Karena sebelumnya Rossi sudah pernah terkena penalty 2 poin sehingga terakumulasi menjadi 3 poin.Bila sudah mendapat 3 poin maka pembalap harus start dari posisi terakhir di race selanjutnya.Rossi dan pihak Yamaha sempat melakukan banding atas keputusan ini,namun di tolak.

GP Valencia 2015

Yang di takutkan Rossi terjadi juga.Usaha luar biasa Valentino sudah dilakukan.Rossi mengejar dari posisi terakhir sampai berada di urutan 4.Sementara di depan ada Lorenzo yang memimpin race diikuti Marquez.Aneh,Marc tak sekalipun berusaha menyalip Lorenzo meski dia punya kesempatan untuk itu.Jelang akhir balap,Pedrosa yang menemukan ritme balapnya berhasil mendekati Lorenzo dan Marc.

Pedrosa melancarkan serangan dan melewati Marquez.Tapi Marc langsung berusaha membalas.Dia tidak membiarkan ada pembalap lain melewati Lorenzo.Marquez terlihat seperti seorang pengawal untuk Jorge karena dia ingin memastikan Lorenzo lah yang juara dunia,bukan Rossi.

Press Conference Before GP Qatar 2016

MotoGP istirahat panjang dan memulai persaingan baru di tahun 2016.Untuk kali pertamanya para pembalap bertemu di Press Conference sebelum GP Qatar 2016.Inilah momen dimana Rossi dan Marquez kembali duduk di satu meja yang sama.Mereka tidak duduk bersebelahan.Antara keduanya ada Lorenzo.Suasana tak sehat masih nampak pada bahasa tubuh Rossi.

The Doctor berusaha memalingkan muka dari Marc.Dia tidak ingin menatap Marquez secara langsung.Lorenzo tak lama kemudian pergi ke toilet,mungkin sengaja agar Marc dan Rossi saling pandang.Rossi yang merasa tak nyaman memilih menyibukkan diri bermain HP daripada harus menoleh ke arah Marquez.Rossi jelas masih marah pada Marquez.

GP Argentina 2016

Balapan di Argentina cukup membingungkan.Di tengah lomba terjadi Flag to Flag dan balapan di pangkas hingga menjadi 20 putaran,berkurang 5 putaran dari total lap biasanya di trek ini.Semua Rider wajib masuk Pit untuk ganti motor pada Lap ke 9,10 atau 11.Marc tak terkejar memimpin jauh dan memenangi balapan.Kejadian menarik terlihat di tikungan terakhir Last Lap.Berniat menyalip Dovizioso,Iannone malah menabraknya hingga mereka sama-sama terjatuh.

Rossi yang berada di belakangnya otomatis naik posisi ke urutan 2 hingga finish.Di podium Marc kegirangan,saat namanya dipanggil,dia langsung berlari kecil dan melompat ke podium 1.Sayang dia salah memijak,hilang keseimbangan dan jatuh.Rossi yang melihat itu berusaha keras menahan tawa karena mereka masih terlibat konflik.Rossi tidak mau menolong Marc yang jatuh itu.

GP Jerez 2016

GP Jerez menandai kemenangan perdana Rossi di tanah matador,sekaligus kemenangan pembuka baginya untuk MotoGP musim 2016.Rossi tampil memukau sepanjang race.Dia terlalu kuat untuk dikalahkan saat itu.Terbukti,setelah menyalip Jorge,Rossi terus berada di posisi puncak.Rossi mampu membuka jarak lebih dari 7 detik dari Marquez.Akhirnya Vale menyentuh finish pertama diikuti Lorenzo dan Marc.

Diatas podium,Rossi mengangkat trophy sambil menciumnya dan mengarahkannya ke samping kiri di tempat Marc berdiri tanpa sudi menoleh ke arah Marquez.Dia seperti ingin menunjukkan diri bahwa dia bisa menang dan masih berbahaya dengan bisa menaklukkan trek Spanyol,sekaligus mempecundangi Marc di Home Racenya sendiri.

GP Catalunya 2016

Disinilah titik balik perseteruan Rossi Vs Marquez.Api yang membara di hati Rossi menjadi padam oleh insiden maut yang menimpa Rider Moto2,Luis Salom.Salom tewas setelah jatuh di tikungan terakhir.Dorna lalu memutuskan mengubah layout trek di bagian tikungan akhir menjadi Slow Corner.

Kepergian Salom untuk selama-lamanya ini memicu simpati dari Rossi dan Marquez.Mereka berpikir inilah saat yang tepat untuk mengakhiri permusuhan.Setiap Rider bertaruh nyawa ketika membalap dan mereka tau sebesar apa resiko menjadi Rider.Dalam lomba terjadi duel ketat Rossi Vs Marquez.Aksi saling overtake di pertontonkan hingga akhir.Marc kurang beruntung,sebab motornya bermasalah dengan Front End dan nyaris saja Crash.

Karena tidak kuat mengikuti Rossi,Marc memutuskan menyerah dan mengamankan posisi 2.Di Parc Ferme Rossi mendatangi Marc dan mengajak berjabat tangan.Marc menerimanya dan muncullah momen perdamaian yang di nanti pecinta MotoGP.

Di podium Marc dan Vale juga sudah mau ngobrol seperti dahulu.Rossi sangat senang,bukan hanya karena dia bisa mengalahkan Marc dan meraih podium 1,tapi juga karena dia sudah lega dengan hubungan yang membaik.Tidak ada lagi benih emosi dalam hati The Doctor.Usai lomba,Rossi ditanya apakah mau memperbaiki hubungan dengan Marc? Dia menjawab “YA”.Marc memberi respek dan menepuk bahu Rossi.

Apakah yang membuat Anda berpikir untuk berdamai dengan Marquez?

“Ya,sebuah tragedi telah mempersatukan orang-orang.Itu membuatmu sadar dan lebih dekat pada orang-orang di sekitarmu,kata Rossi.”

Apa yang Anda pikirkan tentang hubungan dengan Marc setelah race?

“Ketika kamu berada di posisi ini,kamu harus menghapus semua masalah di pikiranmu.Menempatkan seseorang di sisi yang berbeda.Saya menempatkannya sebagai rider.Ini sama seperti saat kamu melawan rival di game komputer dan menentukan strategi untuk mengalahkannya,ucap Rossi.”

GP Austin 2017

Rossi menjalani musim 2017 dengan masalah serius pada ban.Namun sebelum masalah itu menghantui Yamaha,pada 3 seri awal Rossi mencatat prestasi gemilang.3 kali balap Rossi selalu naik podium.GP Austin 2017 merupakan momen pertama ketika Rossi dan Marc berada di satu podium yang sama.Perlu diketahui,di tahun 2017 Rossi dan Marc hanya 3 kali di satu podium (Austin,Assen dan Phillip Island).

Saat mampu finish ke 2 di Austin,Rossi tertangkap kamera tengah mencolek tangan Marc untuk mengajaknya bersalaman.Rossi memberikan respek atas kemenangan Marc.Rossi juga senang,sebab inilah prestasi terbaiknya selama membalap di GP Austin.

GP Argentina 2018

Lama tak terdengar ada masalah personal,Rossi kembali memanas di GP Argentina 2018.Awal problem bermula saat Marc terkena Ride Through Penalty setelah menyenggol Aleix Espargaro.Posisinya langsung drop ke belakang.Tidak mau kehilangan banyak poin,Marquez membalap kesetanan.Gaya agresifnya kembali terlihat,satu per satu Rider di lewati,bahkan jika harus memaksanya menyingkir.

Marc punya motor dengan settingan terbaik hingga dia yakin bisa mengejar posisi 1.Ketika sampai di belakang Rossi,di tikungan 13 Marc melakukan manuver yang terlalu over.Ban motornya melintasi bagian trek yang basah dan Marc hilang kendali sampai menabrak Rossi.Rossi berusaha bertahan.Saat mereka melebar,Marquez menutup Racing Line Rossi.

Vale yang kaget cepat-cepat mengerem,tapi ban malah masuk Gravel dan motor tergelincir.Rossi marah bukan kepalang.Permintaan maaf Marc pun di tolak Uccio dan Lin Jarvis yang mencegah Marc menemui Rossi.Atas insiden itu Marc dikenai Penalty 30 detik.Posisinya melorot ke urutan 18 setelah finish.

“Dia sengaja mencari masalah pada pembalap lain.Itulah strateginya,mengincar kaki lawan.Dia menghancurkan MotoGP.Saya tidak punya hubungan dengan Marquez setelah 2015.Kini setelah overtaking beresiko itu Marc harus mejauh dari Saya.Saya tidak mau melihat wajahnya lagi,kata Rossi.”

“Saya tidak merasa senang saat bertarung dengannya.Saya tahu dia telah menaikkan level.Dia tidak bermain dengan bersih.Dia bermain dengan kotor,kata Rossi.”

Press Conference Before GP Jerez 2018

Setelah kembali terlibat konflik,Dorna memutuskan tidak mengundang Marquez dan Rossi pada Press Conference jelang GP Austin.Ini untuk menghindari tensi yang meningkat dan komentar yang menimbulkan provokasi/perpecahan antara Rossi dan Marquez.Barulah di Press Conference sebelum GP jerez,keduanya di undang untuk berada di satu meja.Rupanya Rossi belum mereda amarahnya pada Marc.

Ketika berjalan memasuki ruang pertemuan,Rossi mengecek orang-orang di dalam.Begitu dia tau Marc belum masuk,dia menarik Petrucci keluar untuk diajak ngobrol.Tujuannya agar Rossi tidak menatap Marc dan membiarkannya masuk duluan ke ruang itu.Rossi benar-benar tidak mau melihat muka Marquez.

Press Conference Before GP Le Mans 2018

Rossi dan Marquez akhirnya duduk bersama di Press Conference sebelum GP Le Mans 2018.Ini adalah pertemua pertama kali mereka di depan publik.Dalam wawancara sebelumnya dengan BT Sport,Rossi mengaku hanya sekali bicara dengan Marc.Namun di Press Conference kali ini mereka tidak bisa menghindar.

Amy Dardan,jurnalis MotoGP menanyakan pertanyaan pada Rossi dan Marc,namun tidak membahas tentang insiden di Argentina.Ketika Marquez berbicara,Rossi hanya menunduk tanpa mau melihat ke arah Marc.Kondisi berbeda ketika Rossi yang giliran di tanyai.Marquez selalu menengok ke arah Rossi dan memperhatikan apa yang dia katakan.

Podium GP Le Mans 2018

Rossi meraih podium 3 dengan keuntungan jatuhnya Zarco,Iannone dan Dovizioso.Meski begitu,Rossi juga sempat menunjukkan skills overtake kala melibas Lorenzo di tikungan Garage Vert.Uniknya,Rossi menyalip Jorge secara halus,kontras dengan aksi Marquez melewati Jorge dengan cara menyodok motornya agar melebar.Rossi memantau keadaan dan mencoba mendekati Petrucci untuk tempat ke 2,tapi tidak bisa.

Rossi pun menyudahi balapan di posisi 3,sedangkan Marquez sukses menjuarai GP Le Mans.Di ruang persiapan ke podium,Rossi sibuk dengan urusannya,mengelap keringat,menaruh helm dan memperhatikan layar hasil balap.Dia membelakangi Marc tanpa mau menyapa atau melihatnya.Begitu juga di podium,Rossi cuma menyemprot sampanye ke arah Petrucci saja dan mengabaikan Marc.

Press Conference After GP Le Mans 2018

Dan terjadi lagi…

Kisah lama yang terulang kembali…

Kembali Rossi dan Marquez berada di meja yang sama untuk konferensi pers seusai balapan di Le Mans.Di sesi Press Conference,Marquez dengan serius menatap Rossi setiap kali Vale bicara.Tapi Rossi masih enggan memperhatikan dan menatap wajah Marc karena Rossi masih jengkel.

Marquez sudah berusaha tidak mengomentari hubungannya dengan Rossi,tapi itu belum cukup membuat Rossi senang.Rossi akan terus marah dan marah pada Marc jika dia tidak bisa respek ketika menyalipnya dan menyalip Rider lain.

loading...
loading...
loading…


Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*