Kenapa Marquez Melepas Rem Ketika Menabrak Rider Lain?

loading...

Haloo sobat media2give^^ Kali ini Saya mau berbagi informasi menarik tentang kontroversi yang tercipta oleh salah satu Rider MotoGP.Siapa dia? Yap,si Baby Alien lah orangnya.Seperti kita tau bahwa Marc termasuk pembalap paling agresif dan sering melakukan overtake extreme di tikungan.Banyak Rider yang komplain atau protes saat Marquez mulai menyalip mereka dengan cara yang terkesan memaksa.

Marc memang punya Riding Style spesial,mungkin sebagian orang memandangnya luar biasa atau bahkan aneh juga.Tidak bisa di pungkiri setiap pembalap jelas memiliki gaya balap yang tidak sama sesuai karakter dan cara mereka berperilaku diatas kuda besi.Tapi sejak Marquez ada di MotoGP,dia berhasil menjadi sorotan penonton lewat aksi-aksi nekat yang kadang-kadang menimbulkan senggolan motor.

Skills pengereman ala Marquez sangat unik,dimana kita akan menyaksikan dia geyal-geyol ketika memasuki tikungan.Kenapa bisa begitu? Sebetulnya RC213V yang dikendarai Marc cukup stabil setelah mengalami pengembangan signifikan dalam kurun waktu yang lama.Namun cara Marc bereaksi terhadap motor lah yang akhirnya membuat motor sering mengalami guncangan.Ini tidak lepas dari proses pengereman keras di dekat tikungan.

Marquez mengandalkan rem belakang untuk mengurangi kecepatan.Pembalap lain seperti Rossi dan Lorenzo lebih banyak menggunakan rem depan untuk menghentikan laju motor.Sedangkan Marquez,dia mengkombinasi rem depan dan belakang untuk berhenti.Akibat memakai rem belakang saat mengurangi kecepatan,motor akan tidak stabil meskipun Speed berkurang sedikit demi sedikit.Tujuan Marc memakai rem belakang bukan agar motornya bisa berhenti,melainkan agar dia bisa mengurangi durasi penekanan rem depan.

Saat dekat dengan tikungan,rem belakang akan dia lepas dan langsung menekan rem depan kuat-kuat,tapi hanya dalam waktu singkat,lalu dia lepaskan rem depan.Metode ini sengaja Marc lakukan untuk menghindari efek Wheelie.Bila memakai cara Rossi,pengereman dilakukan beberapa meter mendekati tikungan dengan menekan rem depan.Penekanan perlahan dan terus meningkat sampai di ujung tikungan rem depan di tekan penuh.

Rem di tekan dalam waktu yang lama sampai motor berhenti.Nah,jika mengikuti cara ini,saat puncak pengereman,beban motor akan berpindah ke ban depan.Jika selesai mengerem lalu menarik gas,ban otomatis terangkat naik/Wheelie.Lain dengan cara Marc,karena rem depan tidak di tekan lama/langsung di hentak cepat dengan menariknya penuh.Akibatnya beban yang berpindah ke ban depan tidak sebesar bila menekan rem depannya lama.

Tapi mengerem dengan cara Marc tidak sepenuhnya selalu berhasil.Seringkali rem tidak bekerja maksimal karena pengaruh kondisi trek,suhu dan kompon yang bermasalah saat race.Sayangnya,Marc masih suka nekat memakai cara ini disaat dia tengah mengejar lawan dalam keadaan bagaimanapun.Marquez akan makin ganas bila dia berada di posisi belakang dan melakukan misi pengejaran/memangkas gap waktu.

Tak ayal,gara-gara terlalu berambisi menang,Marc kurang memperhitungkan faktor keamanan.Sudah bukan rahasia lagi bila Marc suka memaksa masuk di celah sempit,padahal motornya tidak bisa lewat disitu.Alhasil benturan demi benturan pun terjadi.Sialnya,tiap kali benturan hampir Marquez yang selalu menang sehingga orang berpikir gaya balapnya itu berbahaya dan over.Banyak kejadian dimana rem Marc “Locking” yang berdampak ban depan terkunci.

Penyebabnya dikarenakan traksi roda dengan permukaan ban tidak maksimal.Artinya grip ban rendah dan cengkramannya tidak kuat.Ini lebih sering dipengaruhi oleh trek yang licin/basah.Contohnya saja kasus di GP Argentina 2018.Marc menabrak kencang Rossi hingga YZR-M1 terdorong ke tepi trek dan jatuh.Anehnya,saat sudah bersenggolan Marc justru melepas penekanan tuas rem depan.

Sudah nabrak kenapa remnya dilepas? Bukannya itu akan membuat motor melaju terus dan tak berhenti? Secara logika betul.Lalu apa tujuan Marc melakukannya? Mungkinkah ini cara Marquez membalas Rossi atas kejadian Sepang Clash.Soalnya ada kemiripan proses terjadinya insiden.

Kenapa Marquez Melepas Rem Ketika Menabrak Rider Lain?

Untuk mengetahui kebenarannya,mari kita analisa pernyataan Marquez soal insiden yang mengakibatkan Rossi Crash.Marc menjelaskan jika remnya bermasalah dan dia terpaksa merespon cepat dengan melepas tekanan di rem depan agar bisa menggerakkan motor.Dia ingin menghindari kontak,tapi tidak bisa dan terlanjur terjadi.

“Anda harus memahami kondisi lintasan saat itu.Lintasan nampak kering,tapi Saya melintasi area basah sehingga ban depan terkunci.Saya melepaskan rem agar tidak terpeleset.Setelah senggolan,Saya berusaha kembali stabil.ketika Saya melihat Valentino jatuh,Saya mencoba mengatakan maaf,kata Marquez.”

Apakah Kata-Kata Marquez Itu Benar?

Dari video diatas menampilkan momen sesaat sebelum terjadi tabrakan Marquez dan Rossi.Dalam posisi menikung,Marc sempat mengerem lalu dia melepaskannya saat motornya menyenggol Rossi.Terkesan ada unsur kesengajaan Marc menabrak Rossi.Perhatikan bagian Suspensi baik-baik.

Lihat gambar 1-3.Perhatikan gambar 1,amati panjang bagian yang di lingkari.Lihat gambar nomor 2,Suspensi sedikit turun,ditandai panjang bagian yang dilingkari lebih pendek dari gambar nomor 1.Ini menandakan kalau di gambar nomor 2 ada proses pengereman.Ingat! makin keras pengereman,Suspensi akan makin mentok kebawah.Gambar nomor 3,panjang area dalam lingkaran bertambah.Artinya rem mulai dilepas.

Perhatikan gambar 4-6.Gambar nomor 4,panjang bagian yang di lingkari kembali naik.Di gambar nomor 5 lagi-lagi panjang area itu berkurang.Artinya Marc mengerem lagi.Gambar nomor 6 area yang di lingkari jadi makin panjang.Kenapa? Karena di momen itu rem di lepas,tepat sesaat sebelum menyenggol Rossi.

Dari analisa diatas kita ketahui bahwa pada detik terakhir posisi motor Marc tidak di rem/rem di lepas sehingga motornya jalan terus dan mendorong Rossi ke samping.Jika murni insiden,seharusnya Marc terus menekan rem untuk menghindari Impact,namun konsekuensinya akan terjadi Lose Front End/ban depan terkunci.Akhirnya Marc memilih mengerem dan melepasnya berulang-ulang (di rem sedikit > dilepasin > di rem lagi > di lepas lagi).

Untuk menghindari Crash akibat ban depat terkunci,Marc akhirnya melepas rem.Cara ini bisa menyelamatkan dirinya dari jatuh,tapi efek buruknya motor keluar dari Trajectory Racing Line.Dan bila ada pembalap di sampingnya,dia justru yang akan Crash terkena dampak dari Marc.Jadi disini timbullah kesan kalau Marquez ingin cari aman sendiri dengan makan korban pembalap di sampingnya.

Faktor Kesengajaan Atau Tidak?

Jika dibilang kesengajaan,mungkin belum pasti.Tapi bisa juga jika Marc merencanakannya.Itu tergantung dari niat Marc sendiri dan kita tidak bisa mengetahui isi hati atau apa yang Marc pikirkan waktu itu.Namun kalau dilihat dari faktor kepedulian pada Rider lain,jelas bahwa Marc mengabaikan dampak manuvernya pada Rider lain.Dia baru akan minta maaf setelah pembalap lain terkena imbas manuvernya.Inilah mengapa Marc diberi hukuman penalti karena dianggap menunjukkan cara balap tidak bertanggungjawab.

loading...
loading...
loading…


Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*