4 Rider Yang Pernah Ditabrak Jatuh Valentino Rossi 

loading...

Haloo sobat media2give^^ Lama nggak update ya hehehe… Biasalah banyak kesibukan di dunia nyata.Tapi tenang,sekarang Saya akan bagi-bagi info menarik seputar MotoGP lagi.Lebih tepatnya mengenai 4 Rider Yang Pernah Ditabrak Jatuh Valentino Rossi.Jangan kaget bila ada pembalap yang jatuh terjungkal dari motor ketika sedang balapan.Di MotoGP kejadian pembalap jatuh ke aspal atau keluar lintasan itu biasanya disebut dengan istilah Crash.

Sedangkan kalau ada insiden senggolan yang menyebabkan terjadinya Crash itu dinamai dengan sebutan Clash.Contohnya ya seperti Sepang Clash 2015 dan Termas Clash 2018 yang menyeret 2 Rider hebat,Marc Marquez dan Valentino Rossi ke konflik kurang sehat.Semua pembalap pastinya tau bahwa diatas motor mereka sedang bertaruh nyawa.Bisa dibayangkan bagaimana jadinya jika jatuh dari kecepatan 300 km/jam.Pastinya nggak enak ya?

Resiko cedera selalu menaungi Rider pasca Crash.Sekalipun sudah menggunakan Wearpack dan alat pengaman lainnya,namun cedera tetap bisa menghampiri pembalap yang terkena insiden jatuh dari motor ini.Walau begitu,Crash tidak pernah menyurutnya semangat penunggang kuda besi ini untuk terus berpacu menjadi yang terdepan demi prestasi tertinggi.Di MotoGP,Rossi sering dianggap sebagai Rider yang jago menghindari cedera parah.

Tercatat,The Doctor sangat minim mengalami cedera fatal,kecuali yang menimpanya di Free Practice 2 Mugello 2010.Crash terjadi karena beberapa faktor.Misalnya saja kesalahan pembalap untuk mengambil keputusan kapan mengerem,posisi menikung,cara overtake ataupun problem teknis pada motor.Nah,khusus untuk kesalahan dari pembalap sendiri memang tak bisa terhindarkan.Sehebat-hebatnya Rider,toh mereka manusia biasa juga yang tak luput dari salah.

Sialnya,kalau kesalahan itu justru merugikan diri sendiri,bahkan pembalap yang ada di dekatnya.Kejadian ini pernah menimpa Vale dalam kiprahnya selama 19 tahun di MotoGP.Rossi termasuk pembalap tricky yang pintar mencari celah menyalip sehingga tak jarang dia mempertontonkan aksi luar biasa untuk melewati lawan dengan cara tak terduga.Rossi tau bagaimana cara mengalahkan lawan dan batas-batas agresif dengan tetap menghargai lawannya.

Namun ada saja momen dimana dia tidak bisa mengendalikan situasi sampai berujung pada peristiwa jatuh yang memakan korban.Mungkin saja Rossi tidak berniat melakukan itu.Tapi mau dikata apa,semuanya telah terjadi.Dan disetiap insiden selalu akan ada pihak yang tidak terima.Taukah kalian jika Rossi pernah menabrak 4 pembalap hingga tersungkur? Hmm… kok bisa ya? Mau tau kronologinya? Yuk disimak baik-baik penjelasannya berikut ini^^

4 Pembalap “Korban Tabrak” Rossi Di MotoGP :

1. Marco Melandri (GP Motegi 2005)

Tahun 2005 merupakan puncak kejayaan Rossi.11 kemenangan,3 kali podium 2 dan 2 kali podium 3 dari 17 seri menunjukkan bagaimana dominannya Vale kala itu.Tapi pencapaian fantastis itu sedikit ternoda dengan insiden di GP Motegi.Segalanya berawal dari masalah yang dialami Vale pada sesi latihan dan kualifikasi.Rossi tak bisa mencatat waktu terbaik dan memulai balapan dari Grid 11.Saat balapan Rossi secara cepat maju kedepan,melewati beberapa Rider.

Lap 4 Rossi mampu mengejar hingga mendekati trio pembalap terdepan (Melandri,Biaggi,Capirossi).Melandri memimpin lomba sampai Lap 11.Namun dia kehilangan pace dan mundur kebelakang setelah di salip Biaggi dan Capirossi.Pace Melandri makin drop di Lap 13 dan Rossi dari belakang mengincarnya.Melandri membuka celah yang di manfaatkan Rossi untuk menyalip.Rossi melihat Melandri sedang mengalami masalah pada mesinnya.

Naas,Rossi yang mencoba masuk di sisi dalam tikungan menyenggol Melandri karena tiba-tiba Melandri kembali ke Racing Line dan ingin menutup celah itu.Tabrakan pun terjadi.Melandri dan Rossi sama-sama Crash.Rossi tak mengalami cedera,tapi Melandri terpaksa menjalani operasi di Clinica Mobile.Pihak Honda protes atas kecelakaan itu dan menyalahkan Rossi.

Namun Race Director menolaknya karena menilai itu sebagai insiden,bukan kesengajaan.Usai balap,Rossi merasa menyesal atas cedera Melandri.Dia sedih dengan kejadian itu dan meminta maaf.

“Saya bisa menyalip banyak pembalap di lap awal,tapi Saya mengalami sedikit masalah di ban depan saat mengejar 3 Rider paling depan.Saya tau sangat beresiko menyalip dan berharap Loris bisa melewati Biaggi.Saya tau titel juara dunia pasti Saya dapat hanya dengan finish keempat.Saya memutuskan menunggu dibelakang mereka,kata Rossi.”

“Lalu Marco membuat kesalahan dan Saya mendekatinya.Saya mengikutinya sampai tikungan 10.Kami memilih jalur berbeda.Dia melebar dari sisi luar untuk masuk ke sudut tajam tikungan dan mendapat akselerasi bagus saat Exit Corner.Tapi Saya memilih masuk di sisi dalam dengan akibat melebar saat keluar tikungan,kata Rossi.”

“50 meter pengereman,kecepatan Kami masih sama.Namun dia bisa mengerem lebih dalam dan Saya tak bisa mencegahnya.Kalian tidak bisa melihat kejadian aslinya dari TV.Tapi Saya tidak berusaha menyalip Marco saat dia mencoba masuk tikungan dari luar.Saya minta maaf padanya dan dia bilang ‘sudah terjadi’,kata Rossi.”

2. Randy de Puniet (GP Assen 2008)

Tidak banyak yang menyoroti de Puniet karena prestasinya kurang maksimal di MotoGP.Bergabung dengan tim LCR Honda membuatnya sulit berkembang.Tak pernah menang balapan karena motor Satelitnya sulit menandingi motor Tim Pabrikan.Harapan besarnya muncul di GP Assen saat mendapat posisi start yang lumayan menjanjikan.Dalam kondisi lintasan basah dan kering,de Puniet konsisten.

Randy memasang target finish di posisi 5 besar.Namun impiannya buyar ketika manuver Rossi berimbas pada motornya yang akhirnya terseret keluar lintasan.Kejadian ini muncul di Lap pertama.Belum juga selesai 1 putaran,Rossi melakukan kesalahan hingga posisinya melorot.Mencoba merebut kembali posisinya,Rossi berusaha keras dan mendorong motornya lebih kuat.Sayang,di tikungan 3 ban belakang YZR-M1 kehilangan grip dan Rossi terpeleset.

Rupanya di samping kanannya ada de Puniet yang ikut tertabrak.Rossi mampu kembali balapan dan menyelesaikannya di urutan 11.Sedangkan de Puniet tak mampu ke lintasan akibat mesin motornya mati.Rossi merasa bersalah dan meminta maaf pada Randy karena membuatnya Crash.

“Kami pantas mendapat hasil yang lebih baik dari ini.Sejak awal Saya punya Pace yang cepat dan konsisten.Saya bisa bertahan di 5 besar.Saya mengawali lomba dengan baik dan berada di posisi 5 ketika Rossi jatuh dan Saya berada di tempat dan waktu yang salah,kata de Puniet.”

“Kami berdua jatuh ke Gravel dan dia bisa balik membalap lagi.Mungkin dia datang terlalu cepat dan kehilangan cengkraman ban belakang hingga menabrak Saya.Saya kecewa karena Saya rasa saat itu bisa berbuat lebih di balapan.Untungnya Saya hanya mengalami cedera ringan di paha kiri,kata Randy.”

“Sangat disayangkan.Saya minta maaf ke Randy karena itu salah Saya.Ketika belok kiri,ban masih dingin.Saya hilang kendali dan jatuh bersamanya.Saya tak bisa melesat cepat di awal sampai membuat kesalahan ini,kata Rossi.”

3. Casey Stoner (GP Jerez 2011)

Karir Rossi bisa dibilang terhambat ketika bergabung dengan Ducati.Alih-alih bisa merengkuh gelar juara dunia dengan Tim yang bermarkas di Bologna itu,Rossi justru di pusingkan oleh berbagai masalah pada motornya.Ducati mengalami Understeer.Ketika mengerem keras di tikungan,ban depan sering mengunci dan motor tidak bisa belok.Akibatnya,motor tak bisa rebah secepat Honda/Yamaha dalam melibas tikungan.

Sedikit saja memaksa,pasti berujung Crash.Rossi sempat frustasi dengan problem ini.Namun yang menjadi tanda tanya besar adalah Desmosedici GP11 ini enak di kendarai pada lintasan basah diguyur hujan.Setiap kali Wet Race,Rossi mencoba menggapai podium dan memaksimalkan kemampuan motornya.Termasuk ketika melakoni balapan di sirkuit Jerez.Sebenarnya Rossi sedikit sulit,sebab dia harus start dari urutan 12.

Namun itu tak membuat nyalinya ciut karena dia tau mendapat keuntungan dari cuaca.Perlahan tapi pasti,Rossi merangsek ke baris tengah.Tak butuh waktu lama,1 per 1 pembalap dilewati.Rossi akhirnya sampai di posisi ke 3,tepat dibelakang Stoner.Berniat menggusur tempat Stoner,Rossi melakukan percobaan overtake dari sisi dalam di Lap 7 tikungan pertama.Tanpa di duga,ban depan mengalami Lose Grip karena Rossi sedikit terlambat mengerem.

Motor pun terpeleset dan membuat Rossi Crash.Stoner yang ada di sampingnya ikut terseret jatuh.Stoner sangat kesal atas kejadian itu.Pasalnya,setelah insiden Rossi masih bisa melanjutkan lomba dan finish di posisi 5.Sementara Casey tak bisa melanjutkan race.Stoner menuding Marshal tidak adil.Semuanya menolong Rossi duluan dan menghiraukannya.Jika cepat-cepat ditolong,Stoner berpikir mungkin mesin motornya masih bisa di hidupkan.

Saking kesalnya,Stoner sengaja menunggu Rossi di tepi Finish Line.Begitu Rossi melintas,Stoner langsung memberi tepuk tangan yang merupakan tanda sindiran untuk Vale.Ketika balapan selesai,Rossi datang ke Paddock Casey dan minta maaf.Stoner memafkannya,tapi tetap dengan kata-kata yang menyindir (Ambisimu melebihi bakatmu).

Dalam sebuah interview,Stoner mengatakan kalau Rossi tidak sungguh-sungguh minta maaf,sebab dia tidak mencopot helmnya waktu bicara dengan Stoner,seolah ingin menyembunyikan ekspresi wajahnya.

4. Marc Marquez (GP Argentina 2015)

GP Argentina 2015 merupakan seri ke 3 dalam jadwal Grand Prix yang digelar di sirkuit Termas de Rio Hondo.Sirkuit ini mulai kembali di gunakan untuk balap MotoGP sejak 2014 yang lalu.Karakter sirkuitnya Flowing dengan kombinasi trek lurus panjang dan banyak sudut cepat.Tipe trek seperti ini sangat cocok dengan Yamaha.Namun tidak bisa dipungkiri bahwa Honda unggul dari sisi teknologi sehingga lebih mendominasi kemenangan di GP Argentina.

Permukaan aspal yang masih baru dan tingkat abrasi ekstrim serta debu di lintasan menjadi tantangan tersendiri.Bridgestone selaku pemasok ban telah menyiapkan ban khusus untuk lomba disini.Valentino Rossi memilih ban Extra Hard untuk Rear Tyre.Anehnya,sejenak sebelum start,Marquez malah mengganti ban belakang dari Extra Hard ke ban Hard.

Balapan berjalan dengan Marquez yang melesat cepat meninggalkan kompetitor lain dan membuka gap yang jauh.Pole Position yang dia dapat cukup menguntungkan hingga Marc bisa cepat-cepat kabur.Nyaris sepanjang balapan Marc memimpin race.Dia sampai bisa membuat gap 4 detik lebih dari Rider di belakangnya.Kondisi berbeda dialami Rossi.The Doctor berjuang dari posisi 8.Ban Extra Hard memberi keuntungan lebih bagi Rossi.

Vale terus menyalip pembalap lain hingga di 15 Lap terakhir dia mampu memangkas gap untuk mendekati Marc.12 Lap tersisa,Marc kehabisan grip ban belakang.Rossi makin dekat dan 3 Lap terakhir Vale berhasil menempel Marquez.2 Lap terakhir duel memuncak.Rossi menyalip Marc di tikungan 5 dan di akhir tikungan menjelang lintasan lurus,kontrak terjadi.Marquez mencoba memotong Apex Rossi.

Di Exit Corner,ban depan Marc terlalu dekat dengan ban belakang motor Rossi.Akhirnya Marc tersenggol dan Crash.Marc tak dapat meneruskan balapan,tapi Rossi terus melaju dan memenangi lomba.Setelah race,pengawas lomba mengatakan kejadian itu murni insiden sehingga Rossi tidak dikenai Penalty.

“Ketika Marc memilih ban Hard,Saya melihat ada keuntungan kecil yang Saya miliki untuk menang karena di paruh balapan Saya punya Pace yang lebih bagus.Saya mendekatinya dengan 7/10 detik keunggulan Pace di 2 Lap terakhir.”

“Jadi Saya mencoba menyalipnya,tapi Saya pikir tentu Marc akan melakukan sesuatu agar bisa berada di depan.Tiba-tiba dia menyentuhku di tengah tikungan.Dia menempelkan motornya ke motorku dan Saya berkata Fuck! trek lurus,ucap Rossi.”

“Saya lalu membuka gas untuk akselerasi karena Saya ingin mengambil keuntungan kecil sebelum pengereman selanjutnya.Saya mendengar sentuhan.Tapi Saya tidak tau dia ada di kanan/kiri Saya.Setelah Saya melewatinya,Saya melihat di Pit Board.”

“Saya punya keuntungan diatas Dovi,jadi Saya kira sesuatu terjadi pada Marc.Dia tau bila Saya menyalipnya,Saya sedikit lebih cepat darinya sehingga dia mencoba cara apapun,tapi mungkin terlalu memaksa,kata Rossi.”

loading...

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*