Agresivitas Marquez Kalah Oleh Jebakan Lawan

loading...

Haloo sobat media2give^^ Kali ini Saya akan berbagi informasi mengenai Agresivitas Marquez Kalah Oleh Jebakan Lawan.Semua penikmat balap MotoGP pastinya tau siapa itu Marquez.Yap,dialah rider Spanyol yang sudah mengoleksi 3 gelar juara dunia MotoGP.Marquez memiliki prinsip balap “lebih baik Crash daripada tidak menang” sehingga jika sudah Head to Head,terutama di Last Lap Marquez akan terus mencoba menyerang dari sudut manapun,dengan cara apapun.

Down to the last lap,last corner,last second.Sayangnya cara ini membawa bencana di tahun 2015 ketika Marc kehilangan gelar juara dunianya.Kini setelah mengalami proses memahami bahwa point di Championship lebih penting ketimbang menuruti ambisi pribadi,Marquez sedikit mengubah cara balap.Bila tidak memungkinkan,Marquez memilih mencari point daripada memaksakan diri menang.

Tapi jangan salah,saat menghadapi lawan yang sulit dia taklukkan,Marquez bisa membangkitkan lagi sifat agresivitasnya.Biasanya ditandai dengan seringnya Marc menunjukkan Sliding di tikungan dan mengerem keras sampai Stoppie (ban belakang naik).Dalam kondisi itu Marquez pasti lupa dengan Championship dan berubah ganas.Apapun dia lakukan untuk melewati lawannya,bahkan jika harus dengan cara yang keras.Namun tak selamanya Marquez menang.

Fakta menunjukkan justru jika Marquez terlalu push habis-habisan di lap terakhir,dia kalah Battle.Itu pertama terlihat di GP Mugello 2016 saat Marc kalah duel lawan Lorenzo.Kemudian terulang lagi di GP Austria 2017.Sirkuit Red Bull Ring yang memiliki trek lurus panjang menjadi tantangan sendiri untuk Marc.Dia ingin mengalahkan Ducati disitu.Drama pun tercipta kala Marquez bertarung sengit dengan Dovizioso.

Jebakan Dovizioso Untuk Marquez

Di lap-lap awal sebetulnya Lorenzo berhasil memimpin jalannya balapan.Tapi perlahan kecepatannya menurun seiring grip ban yang mulai habis.Sedangkan Dovizioso yang memakai setting ban sama seperti Lorenzo,lebih baik dalam mengatur tingkat keausan ban.Marquez yang kemudian sukses menggusur posisi Lorenzo untuk gantian menguasai race akhirnya di bayangi Dovizioso yang merangsek perlahan kedepan.

7 Lap to Go,di mulailah duel menegangkan antara Marquez Vs Dovizioso.Aksi saling salip terjadi beberapa kali sampai Last Lap.Marquez sering melebar,bahkan sampai keluar trek.Namun Pace-nya sangat tinggi sehingga bisa kembali memangkas jarak.Penonton makin tegang melihat Battle ini di Last Lap.

Last Lap (Turn 7)

Marquez melakukan Late Braking di tikungan 7 untuk menyalip Dovizioso.Manuver itu berhasil dan Marquez berpeluang besar memenangkan balapan.Tapi rupanya itu belum selesai,sebab Dovizioso memberikan perlawanan hebat.Tikungan 8 Dovizioso mengambil posisi puncak dari Marquez sehingga Marquez berada di belakang Dovizioso.

Last Lap (Turn 10)

Memasuki tikungan 10 Marquez berencana melakukan overtake beresiko.Dovizioso tau kalau Marc pasti akan memaksakan menyalip di 2 tikungan terakhir.Untuk mengantisipasinya Dovizioso sengaja memperlambat pengereman.Ini adalah cara Dovizioso menjebak Marc.Perhatikan pada gambar diatas.Motor Dovizioso mengalami Sliding ban belakang.Dovizioso ingin mempersempit area/celah di sisi dalam tikungan.

Marquez Extreme Slide

Dovizioso kemudian mengerem keras,sedangkan Marquez mulai mengeluarkan jurus Sliding Extreme andalannya.Saat mau menikung Marquez memposisikan motornya semakin miring.Marquez mau mendahului Dovizioso untuk masuk ke tikungan itu.

Marquez Paksa Masuk Tikungan

Tidak di sangka Dovizioso lebih cepat memposisikan motor bersiap menikung sehingga Marquez terdesak.Sudutnya terlalu sempit untuk di masuki motor Marc.

Marquez Masuk Perangkap

Marquez tidak mau tau dan tetap bertahan untuk melewati Dovizioso.Marquez mengambil Line yang salah saat melancarkan aksinya ini.Dovizioso rupanya menyusun rencana mengatasi manuver agresif Marquez.Dia membiarkan Marquez masuk,tapi dengan posisi yang sulit.

Marquez Terlalu Melebar

Marquez melewati Dovizioso.Motornya terlalu dekat dengan Kerb sehingga dia kehilangan Line yang tepat untuk akselerasi keluar tikungan.Marc terlihat bisa mengovertake,namun di momen selanjutnya dia mendapat masalah.Marquez terlalu kencang masuk tikungan.

Tipuan Dovizioso Berjalan Lancar

Dovizioso menggeser motor dan mulai tancap gas.Marquez masih menghadapi masalah terlambat mengerem.Marquez tidak mau mengalah.Dia masih saja memaksa untuk mendahului Dovizioso.Motornya terus dipakai Sliding hingga akhirnya mencapai limit.Marquez kehilangan kecepatan,sementara Dovizioso menarik penuh gas.

Gestur Protes Dovizioso

Dovizioso pun sukses menghentikan perlawanan Marquez.Tapi Dovizioso sempat mengangkat tangan yang merupakan gestur protes karena aksi Marquez yang tetap memaksa diri,padahal itu akan membahayakan dirinya,juga berbahaya untuk Dovizioso.

“Untuk menang di Last Corner selalu berbeda caranya,khususnya jika melawan Marc karena dia sangat baik dalam Battle.Saya mendengar suara mesin Marc di tikungan terakhir sehingga Saya sudah membuat gerakan antisipasi,kata Dovizioso.”

“Saya tidak menyangka dia nekat menyalip padahal tidak ada ruang yang cukup disitu.Itu bukanlah Braking Zone.Saya biarkan celah itu terbuka agar dia masuk.Jadi Saya bisa keluar tikungan lebih cepat.Saya marah padanya karena dia coba melewatiku di tikungan yang tidak seharusnya dipakai overtake.”

“Sedikit perubahan bisa membawa banyak perbedaan.Latihan dan mental,ini hal kecil yang dapat membuat perbedaan besar.”

loading...

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*