5 Balapan Ini Bukti Marquez “Master of Flag to Flag”

loading...

Haloo sobat media2give^^ Pada kesempatan ini Saya akan berbagi informasi mengenai MotoGP,lebih pasnya lagi seputar 5 Balapan Ini Bukti Marquez “Master of Flag to Flag”.MotoGP tak henti-hentinya menghadirkan sebuah tontonan menarik.Suara deru mesin yang berpacu di lintasan bergabung dengan skills para rider,menjadikan persaingan antar pembalap berjalan sengit.Semua rider ingin menang dan punya strategi sendiri untuk memaksimalkan potensi motornya hingga mencapai prestasi tertinggi,podium pertama dalam setiap balapan.

Namun untuk mencapai itu,diperlukan persiapan yang matang mulai dari setting motor,pemilihan ban dan juga penggunaan komponen pendukung yang tepat.Terkadang ada faktor lain yang mempengaruhi jalannya balapan,salah satunya adalah perubahan cuaca.Cuaca bisa kapanpun berubah dari hujan menjadi kering atau sebaliknya di tengah race,sehingga diperlukan pergantian motor.Balapan yang berjalan dengan pergantian semacam ini disebut dengan Flag to Flag.

Aturan Flag to Flag sendiri baru berlaku pada MotoGP tahun 2005.Sebelumnya,jika hujan turun ketika balapan,maka race di hentikan.Semua rider masuk Paddock untuk berganti motor yang sudah memakai ban basah.Rider di posisi paling depan berhak menghentikan race dengan mengangkat tangan jika dirasa keadaan aspal mulai licin dan berbahaya setelah ada hujan.Begitu juga pihak Race Director yang mengibarkan Red Flag,pertanda race harus berhenti sementara.

Balapan akan di ulang dari awal sesuai posisi terkahir sebelum race berhenti.Setelah ada aturan Flag to Flag,tidak ada lagi delay akibat hujan karena rider bisa masuk Pit kapanpun dia mau dan tidak perlu mengulang race dari awal yang seringkali membuyarkan konsentrasi dan menurunkan fokus.Pada balapan yang berlangsung Flag to Flag,selalu muncul drama tak terduga.Pembalap yang tadinya di posisi belakang bisa saja finish di urutan depan.

Strategi dan waktu pergantian motor menjadi kunci utama kesuksesan pembalap.Di MotoGP,Marc Marquez punya catatan bagus saat ada Flag to Flag,meskipun sebenarnya dia kurang suka dengan hujan,tapi jika cuaca berubah di tengah lomba,Marc akan mengeluarkan strategi jitunya,masuk Pit lebih awal dan mengejar dari belakang.Berdasar catatan race yang berjalan Flag to Flag,Marquez menorehkan rekor fantastis.

Dari 7 race Flag to Flag tahun 2013-2017 Marquez sudah mencatat 5 kemenangan.Artinya peluang Marc menang dalam Flag to Flag Race mencapai 71%.Ini jauh melebihi pencapaian juara dunia MotoGP lainnya seperti Rossi/Lorenzo.Bisa dibilang Marquez adalah Master of Flag to Flag sejati.Feeling dan kemampuan melihat keadaan di balapan menjadikan Marc tak terkalahkan dalam balapan Flag to Flag.

Hasil Balap Marquez Saat Flag to Flag Race

1. Phillip Island 2013 – DISKUALIFIKASI

Pada 2013 di GP Phillip Island,balapan secara tak terduga harus berlangsung Flag to Flag.Namun situasi ini berbeda,karena Flag to Flag dilakukan pada kondisi kering,tanpa ada hujan.Penyebab para pembalap perlu ganti motor adalah karena faktor ban.Bridgestone sebagai penyedia ban nyatanya tidak siap menghadapi keadaan aspal Phillip Island yang abrasif.Akibatnya,ban belakang semua motor cepat tergerus/aus dan tak bisa bertahan sampai balapan selesai.

Rear Tye Michelin rupanya tak kuat digunakan lebih dari 14 lap.Sebelum lomba,Race Director memutuskan balapan hanya akan berjalan 26 lap saja.Ada 3 opsi yang bisa dipakai.Pertama,race berlangsung cuma 14 lap.Kedua,race dibagi 2 sesi yang masing-masing sepanjang 13 lap.Dan ketiga,race di gelar secara Flag to Flag.Jika memilih opsi pertama,balapan akan lebih singkat.

Jam tayang berkurang 30 menit dari waktu normal,tapi Dorna rugi karena sudah membayar hak siar secara penuh pada pihak TV.Bila memilih opsi kedua,waktu penayangan menjadi molor dan 2 kali start membuang banyak waktu,meningkatkan stress pada mesin dan menggeser jadwal dari yang seharusnya.Akhirnya pilihan jatuh ke opsi ke 3 dengan konsekuensi total lap di potong menjadi 19 lap saja.

Semua rider harus masuk Pit sebelum akhir lap 10.Marquez yang sedang bertarung di lintasan tak menyadari ada aturan masuk Pit maksimal di lap 10.Kru tim salah menghitung jumlah lap Marquez dan akhirnya Marc terlambat 1 putaran datang ke Pit.Alhasil Marquez terkena Black Flag yang artinya dia di diskualifikasi dan race berakhir untuknya.Marc tak dapat 1 point pun di Phillip Island 2013.

2. Assen 2014 – MENANG

Hujan deras turun sepanjang akhir pekan di sirkuit Assen.Saat race,trek sempat kering dengan cepat tapi berubah basah lagi ketika hujan kembali muncul.Rival Marquez si rider Italy,Valentino Rossi tidak menemukan settingan ban yang tepat.Awalnya dia memilih Soft Slick Tye,namun tiba-tiba berubah pikiran untuk memakai Soft Wet Tyre.Rossi terpaksa memulai start dari Pit Lane gara-gara keputusannya itu.

Di awal lomba Marquez bersaing dengan Dovizioso yang mampu tampil apik.Dovizioso sempat memimpin balapan sebelum posisinya di gusur Marc.Aksi saling overtake tak terhindarkan antara Marquez Vs Dovizioso.Namun lama kelamaan Dovizioso tak kuat meladeni perlawanan Marquez.Kondisi sempat membingungkan para kru saat hujan dan kering silih berganti.Namun Marquez mantap menuju Pit untuk memakai motor pengganti.

Marquez telah memperhitungkan momen yang tepat untuk Swap Bike.10 lap terakhir Marquez dengan cerdik memanfaatkan keadaan yang menguntungkannya.Strateginya berhasil,terbukti Marc menyentuh garis finish pertama untuk menjadi juara GP Assen 2014,di susul Dovizioso di tempat kedua dan Pedrosa di posisi 3.Rossi sendiri gagal masuk podium karena hanya finish di urutan ke 5.Kemenangan Marc di Assen merupakan kemenangan ke 8 beruntun di tahun 2014.

3. Aragon 2014 – CRASH (FINISH KE 13)

Marquez bersaing ketat dengan Iannone di lap-lap awal GP Aragon 2014.Lap 1 Iannone memimpin race.Sayangnya Iannone keluar trek dan terjatuh setelah kehilangan kendali.2 lap berselang,giliran Rossi yang Crash karena salah perhitungan.Marquez berganti melawan Lorenzo.Ternyata Lorenzo tidak mudah di kalahkan.Duel mereka berlangsung cukup lama.15 Laps to go,Lorenzo mengambil alih pimpinan lomba dari Marc.

Di lap berikutnya White Flag di kibarkan.White Flag adalah bendera yang di kibarkan untuk memberikan informasi bahwa pembalap boleh mengganti motor dan masuk Pit.White Flag menjadi pertanda jika trek sudah cukup basah.Tidak ada pembalap yang menanggapi Warning ini.

Mungkin mereka masih merasa lintasan aman untuk di lalui meskipun air mulai membasahi aspal.8 lap terakhir,lagi-lagi ada bendera yang di kibarkan.Kali ini White Flag dengan palang merah diagonal.Artinya trek menjadi basah dan berbahaya jika tetap melanjutkan balapan tanpa ganti ban.Lorenzo masuk Pit,namun Marquez ngotot bertahan dengan ban kering.

Dia terlalu memaksakan diri sampai akhirnya 3 lap jelang finish Marquez Crash di tikungan 2.Pada lap sebelumnya Pedrosa juga jatuh di tikungan 1 karena masalah ban.Untungnya Marquez bisa melanjutkan race.Lorenzo menggunakan kesempatan itu untuk menguasai balapan dan keluar sebagai pemenang GP Aragon.Sementara Marc mesti puas finish di posisi ke 13 akibat tidak mau memakai Wet Tyre.

4. Misano 2015 – MENANG

Marquez tidak tampil cepat di trek basah.Itu terjadi di GP Misano 2015 kala dirinya tertinggal dari Lorenzo.Mulanya race diawali dengan kondisi kering.Marquez bermasalah ketika hujan turun di tengah lomba.Trek yang licin membuat kecepatannya drop.Lorenzo ikut melambat seperti Marc,namun Rossi justru mampu mendekati kedua rider ini.Sejak lap 6 banyak pembalap yang sudah memilih mengganti motor dengan Wet Tyre.

Marquez baru masuk di akhir lap 7 dan masuk lagi ke lintasan di lap 8.Rossi dan Lorenzo ikut berganti motor.Marquez menyusun rencana.Dia tau sulit menghadapi Rossi di trek basah.Marc pun menoleh ke belakang dan membiarkan Rossi melewatinya.Maquez ingin mempelajari Racing Line Rossi dan caranya menghadapi trek basah.Kondisi cuaca nampaknya tak bersahabat karena hujan reda dan aspal kembali kering.

Ketika balapan menyisakan 10 lap,Marquez balik lagi ke Pit untuk mengganti motor dengan setting ban kering.Rossi dan Lorenzo bertahan dengan ban basahnya.Lorenzo menunggu Rossi masuk Pit,tapi Rossi tidak mau dan mencoba melanjutkan race beberapa lap.Keputusan ini ternyata berbuah bencana.Walaupun memimpin race,Rossi terpaksa masuk Pit untuk memakai motor pengganti,begitu juga Lorenzo.

Disaat itu Marquez menyusul dari belakang secara cepat karena sudah memakai ban Slick.Marquez sukses melintasi finish pertama.Rossi melorot ke posisi 5 dan Lorenzo justru Crash gara-gara terlalu mendorong keras motor saat ban belum cukup panas setelah keluar Pit.

5. Termas de Rio Hondo 2016 – MENANG

Kondisi cuaca tak menentu terjadi pada GP Argentina 2016.Sempat ada rasa khawatir hujan di awal balapan.Race Director memutuskan Dry Race meski ada beberapa titik basah di aspal karena telah terkena hujan saat kelas Moto2 di gelar.Lap di pangkas hanya 20 putaran dari yang seharusnya (25 lap) dengan pertimbangan keselamatan pembalap yang di utamakan.Sama seperti di GP Phillip Island 2013,para pembalap di wajibkan ganti motor maksimal di lap 10.

Kejadian ini hampir serupa karena adanya masalah pada ban belakang.Bedanya jika dulu pakai Bridgestone,sedangkan di GP Argentina ban Michelin yang tak bisa menjamin keselamatan rider lebih dari 10 lap.Kondisi trek yang tidak sepenuhnya kering menjadi pertimbangan Race Director untuk menentukan balapan berjalan Flag to Flag.

Dorna pun memberi keleluasaan khusus bagi pilihan ban.Rider boleh memakai ban Hard dan Medium setelah melihat kondisi lintasan yang menyulitkan.Berkaca pada kegagalan di Phillip Island,Marquez tak mau kejadian yang sama terulang lagi.Marquez lebih cepat masuk Pit,mendahului Rossi yang waktu itu memberikan pelawanan hebat.

“Saat Kami sadar balapan akan seperti di Australia,semua orang di box tertawa mengingat kesalahan yang Kami lakukan waktu tahun 2013,kata Marquez.”

Marquez sedikit di untungkan pada motor penggantinya yang ternyata lebih OK daripada motor milik Rossi.Rossi tak bisa mendapatkan feeling dengan motor pengganti.Bahkan motor itu susah di belokkan di tikungan.Padahal Pace Rossi cukup tinggi saat meladeni Marquez.

Selepas keluar Pit,Marquez dengan cepat berlari tak terkejar sampai finish.Rossi keteteran bertahan dari gempuran rider di belakangnya.Posisi turun ke urutan 4 setelah di overtake Vinales,Iannone dan Dovizioso.Beruntungnya,ketiga rider itu Crash dan Rossi selesai di posisi ke 2.

6. Sachsenring 2016 – MENANG

Balapan di Jerman di mulai dengan ban basah karena trek di guyur hujan.Marquez yang menjadi Pole Sitter tidak menunjukkan aksi menawan karena kondisi trek yang banyak air.Marquez makin tercecer sampai posisi 9 setelah dia melebar keluar lintasan dan masuk ke Gravel.Melihat hujan mulai berhenti,Marquez mengambil keputusan berani.Tidak pikir panjang,Marc langsung menuju Pit dan berganti motor dengan ban kering.

Marquez memprediksi di tengah balapan trek akan jadi kering.Dan benar saja,pemikiran Marquez tepat.Pembalap lain mulai kehabisan grip ban yang terkikis dan pergi ke Pit.Di saat itulah Marquez memacu motor sangat kencang untuk menggunakan keuntungan berganti motor lebih awal.Tak ada yang mengira Marquez akan melesat pertama di akhir balapan.Kru tim lain tidak berani mengambil resiko lebih.

Tim Yamaha tak langsung menyuruh Rossi masuk Pit setelah Marquez ganti motor karena mereka tidak punya cukup data untuk meyakinkan pembalapnya menggunakan ban yang cocok,mengingat kondisi cuaca belum menentu apakah akan hujan lagi/tidak.Sedangkan kru Honda lebih siap,kapanpun Marc masuk Pit,motor pengganti sudah siap dipakai.Keberanian ini yang membawa Marquez juara di GP Sachsenring 2016.

7. Brno 2017 – MENANG

GP Brno 2017,Marquez dan Rossi di unggulkan sebagai pemenang.Catatan waktu mereka fantastis saat kualifikasi.Trek dalam keadaan hujan ringan sehingga Race Director mengumumkan Wet Race saat start.Marquez start dari posisi pertama,di ikuti Rossi dan Pedrosa.Di baris ke 2 ada Dovizioso,Crutchlow dan Lorenzo.Selepas start Marquez memimpin,tapi tak berapa lama Lorenzo menyalipnya dan membuat gap cukup jauh di depan.

Marquez tidak percaya diri pada pilihan ban belakang Soft miliknya.Perlahan posisi di rebut oleh Rossi,Dovizioso dan terus turun sampai posisi 10.Melihat posisinya yang sulit,Marquez mengubah rencana awal.Di akhir lap 2 Marquez masuk Pit pertama.Dia sengaja masuk Pit di belakang kompetitor kuat lainnya untuk mencegah mereka tau bahwa Marc berganti motor.

Perhatikan analisa gambar dibawah ini!!

21 Laps to Go

Lihat di sisi kanan layar (Before).Itu adalah posisi Marc (Maq) ketika motornya melambat.Dia ada di posisi 10,lalu di akhir lap 2 Marquez menuju Pit.Lihat 2 rider di bawah Marquez ,ada Folger (Fol) dan Miller (Mil) di urutan 12 dan 14.Rossi sedang sibuk mengejar Lorenzo,terlihat dari data waktu di bagian bawah gambar.Di sektor terakhir,Rossi mendekati Lorenzo dengan jarak 1.440 detik.

20 Laps to Go

Lihat di sisi kiri layar (After).Marquez sudah ada di Pit Lane,di ikuti Folger dan Miller.Rider yang masuk Pit di tandai dengan huruf “P” hitam.Folger dan Miller melihat Marquez ke Pit dan mengikuti langkah Marc.Coba pikirkan jika Marquez masuk Pit ketika di baris depan,bisa-bisa Rossi,Dovizioso dan Crutchlow ikut masuk Pit.Strategi pertama berhasil,mereka tidak sadar Marquez hilang dari balapan.

20-19 Laps to Go

Lihat dari kiri ke kanan (20 Laps to Go ke 19 Laps to Go).Perhatikan baik-baik,Marquez ada di posisi terakhir,tapi dengan motor yang sudah berganti ban Slick.Rossi terus fokus memendekkan gap dari Lorenzo.Catatan waktu semakin dekat (1.505 detik > 0.744 detik > 0.441 detik).

1 lap berikutnya pembalap lain mulai tau Marquez sudah lebih dulu masuk Pit.Lihat kotak kuning di urutan 13-18 ada 6 rider yang ganti motor (Scott Redding,Aleix Espargaro,Karel Abraham,Hector Barbera,Andrea Iannone dan Sam Lowes).Apa yang terjadi kemudian? Marquez naik ke posisi 13 karena 6 rider di depannya hilang.

Ban awal Marc = Rain (ban depan Medium (M),ban belakang Soft(S)

Ban pengganti Marc = Slick (ban depan Medium (M),ban belakang Medium (M)

19-18 Laps to Go

Akhir lap 19 Lorenzo masuk Pit,di ikuti Petrucci,Vinales,Pedrosa,Rins,Crutchlow dan Loris Baz pada lap berikutnya.Lihat lagi posisi Marquez masih ada di urutan 13.Di depan ada 3 rider yang bertahan dengan ban basah (Rossi,Dovizioso dan Zarco).

18 Laps to Go

Setelah rider di depannya masuk Pit,Marquez melonjak ke posisi 4.Inilah misi Marquez yang sebenarnya.Mengejar dan memburu 3 rider tersisa dengan ban Slick.Perlu di ketahui bahwa ban Slick 2 kali lebih cepat di trek kering daripada ban Wet.Dengan cepat Marquez memangkas gap dari Dovizioso (7.536 detik > 6.049 detik > 3.417 detik).

17 Laps to Go

1 lap berikutnya barulah kru Yamaha memberikan info pada Rossi untuk masuk Pit dan memberi tau jika Marquez sudah masuk Pit lebih dulu.Pesan di Pit Board ini sangat-sangat terlambat.3 lap di lalui Rossi dengan ban basah saat aspal sudah mengering.Karet ban Rossi mulai rusak dan Rossi menuruti perintah masuk Pit.Dovizioso mengikuti Rossi menuju Pit.Marquez naik posisi lagi ke urutan 2 tanpa menyalip 1 rider pun.

16 Laps to Go

Zarco adalah rider terakhir yang masuk Pit setelah di overtake Marquez.Marquez pun berada di posisi terdepan.15 lap tersisa gapnya sudah 19.109 detik dari posisi kedua (Espargaro).Di belakang Marc ada Pedrosa yang mengejar dan melewati Karel Abraham,Scott Redding dan Aleix Espargaro.11 lap tersisa Pedrosa sudah di posisi ke 2 berjarak 22.141 detik dari Marquez.Di Last Lap Marquez tak terkejar,unggul 16.7 detik dari Pedrosa.

loading...

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*