Mengenal 6 Jenis Kelas Pada Tim Balap MotoGP

loading...

Haloo sobat media2give^^ Pada kesempatan ini Saya akan mengulas informasi unik tentang dunia balap MotoGP.Pembahasan ini adalah tentang Mengenal 6 Jenis Kelas Pada Tim Balap MotoGP.MotoGP saat ini merupakan olahraga yang sangat di minati penonton selain Sepakbola.Aksi-aksi overtake dan manuver agresif serta penampilan motor yang ciamik membuat MotoGP tak pernah sepi penggemar.Dari anak kecil sampai orang dewasa,semuanya senang dengan MotoGP.

Apalagi ada rider top yang biasanya di jadikan sebagai idola,sebut saja Valentino Rossi dan Marc Marquez.Persaingan dua rider beda era ini selalu menarik di lihat,sebab masing-masing memiliki Riding Style berbeda dan mempunyai strategi sendiri untuk saling mengalahkan di lintasan.Deru kencang suara mesin yang berteriak di race menambah seru jalannya kompetisi MotoGP sepanjang tahun.

Banyak yang berubah dari waktu ke waktu,seperti regulasi,pergantian rider,tim baru yang masuk dan ikut berpartisipasi sampai kebiasaan lucu rider di luar trek.Kombinasi itu menciptkan sebuah hiburan yang tak pernah pudar termakan waktu.Sampai kapanpun MotoGP tetaplah ajang balap motor paling populer di dunia,selagi persaingannya ketat dan banyak rider yang berpotensi jadi juara dunia.Di MotoGP terdapat banyak tim yang terbagi dalam beberapa klasifikasi.

Tiap tim tentunya punya mekanik,kru dan insinyur yang kemampuannya tidak sama.Sukses tidaknya seorang pembalap di tentukan juga oleh kinerja tim mereka.Sebab kerjasama yang baik antar personel tim akan menciptakan sinergi yang di butuhkan demi menghasilkan settingan terbaik untuk motor.Karena teknologi itu semakin berkembang,terkadang muncul masalah-masalah yang menyulitkan tim untuk mampu memberikan motor yang kompetitif bagi pembalap.

Faktor dana sangat berpengaruh pada tim balap,karena itu di perlukan untuk riset pengembangan motor.Sehingga tim di MotoGP tidak sama rata hebatnya.Selalu saja aja gap antara tim-tim tersebut.Ada yang bisa mendominasi kemenangan di balapan,namun di sisi lain ada juga tim yang terlihat minor,tanpa sekalipun meraih hasil terbaik di race.

Taukah kalian di MotoGP itu ternyata ada 6 jenis kelas untuk membedakan tim balap? Yang paling sering di dengar adalah istilah Tim Pabrikan dan Tim Satelit.Padahal sebenarnya selain itu masih ada 4 kelas lagi pada tim MotoGP.Lalu bagaimanakah pembagian kelas untuk tim balap di MotoGP? Simak ulasan lengkapnya berikut ini^^

6 Jenis Kelas Untuk Tim Balap MotoGP :

1. Factory Team

Repsol Honda,Movistar Yamaha dan Ducati Team merupakan contoh dari Factory Team.Apa sih Factory Team itu? Factory Team adalah tim utama yang berdiri sendiri dengan manufaktur dan dana melimpah.Dana ini di peroleh dari sponsor yang mendukung finansial tim.Kita lebih familiar mengenal Factory Team sebagai Tim Pabrikan.Ada peraturan yang harus di patuhi Factory Team untuk bisa tampil dalam kompetisi balap.

Tim Pabrikan diberikan jatah hanya 5 buah mesin per musim.Setelah kompetisi berjalan,mesin Factory Team di segel (Engine Freezed) dan tidak boleh melakukan pengembangan pada mesin sampai musim kompetisi berakhir.Ini merupakan regulasi Homologasi bagi Tim Pabrikan.Selain itu masih ada lagi aturan yang mesti di taati Factory Team.

Regulasi Factory Team :

» Jatah bahan bakar yang bisa di pakai sebanyak 20 liter tiap Grand Prix

» Sistem Timing Klep tidak boleh di akses dan Head Cover harus di segel kabel dengan Cylinder Head

» Rantai Timing tidak boleh di akses dan Gear Chain mesti di segel dengan kabel

» Cylinder Head dan Cylinder Block tidak boleh di pindahkan dari mesin

» Crankcase tidak boleh di buka serta harus di segel kabel

» Semua Part yang tidak perlu melepas segel kabel Security boleh di ganti

» Merusak kabel segel tanpa ijin Technical Director diartikan sebagai tindakan Engine Rebuilding

» Mesin yang segelnya rusak di anggap sebagai mesin baru

» Segel boleh di lepas untuk keperluan teknis seperti pengaplikasian Gearbox setelah di ijinkan Technical Director

2. Satellite Team

Satellite Team adalah tim yang terhubung dengan tim yang lebih besar (Factory Team).Hubungan ini menyangkut soal kepemilikan,Technical Support,pembagian staff dan pembalap.Boleh dibilang Satellite Team merupakan anak dari Factory Team.Satellite Team mengandalkan pendanaan dari bantuan Tim Pabrikan.

Tidak seperti Factory Team yang selalu menggunakan motor dan part terupdate,Satellite Team baru bisa memakai update peralatan dan part di tahun berikutnya setelah di gunakan oleh Tim Pabrikan.Jadi sama artinya,motor Tim Satelit yang sekarang adalah bekas motor Tim Pabrikan tahun lalu.Tim Satelit biasanya terkendala dalam urusan riset karena dana terbatas.

Mereka juga sering mendapat “Rider Titipan” dari Factory Team.Kru di Satellite Team relatif lebih sedikit dibandingkan Factory Team.Sehingga Satellite Team jarang bisa naik podium/mengalahkan Tim Pabrikan,sebab kemampuan motornya di bawah Factory Team.Contoh Satellite Team adalah LCR Honda,Marc VDS Honda,Pramac Ducati,Avintia Ducati,Aspar Ducati dan Yamaha Tech 3.

3. CRT (Claiming Rule Team)

CRT baru ada di MotoGP tahun 2012.Biaya besar untuk Prototype 800cc dan batasan bahan bakar 21 liter telah membuat Kawasaki dan Suzuki hengkang dari MotoGP di tahun itu.Otomatis persaingan tinggal menyisakan 3 Pabrikan (Yamaha,Honda dan Ducati).Grid kemudian menyusut dengan hanya 12 motor yang ikut balapan.Akhirnya di bentuklah tim baru dengan nama CRT (Claiming Rule Team).

Tim ini berstatus Privateer Team dan tidak termasuk Tim Non Pabrikan serta tidak terkait dengan tim manapun.CRT menggunakan motor produksi massal seperti Honda CBR1000RR, Aprilia RSV4,Kawasaki ZX-10R dan BMW S1000RR yang di modifikasi untuk racing.Mesin dan sasis motor itu tidak berasal dari 1 Pabrikan,melainkan di jual massal.CRT diberikan jatah 24 liter bahan bakar dan 12 mesin untuk satu musim.

Mesin CRT bisa di jual ke produsen motor dengan biaya € 20.000 (mesin + Gearbox).Produsen hanya boleh mengklaim 1 mesin CRT untuk masing-masing tim dalam 1 musim balap.Mesin CRT yang hangus karena di klaim akan di ganti dengan tambahan 12 mesin baru.Untuk bisa masuk sebagai CRT perlu persetujuan dari Komisi Grand Prix (Grand Prix Commision) yang terdiri dari Dorna,FIM,IRTA dan MSMA.CRT di hapus dari MotoGP pada tahun 2014 dan tidak lagi ada sampai kini.

4. Open Class

Setelah CRT di hilangkan,kemudian muncul kelas baru lagi yang dinamai Open Class.Open Class di bentuk karena melihat kondisi tim di luar Pabrikan yang sulit berkembang dan bersaing.Open Class mempunyai jatah bahan bakar 24 liter dengan 12 mesin tiap musim.Open Class tidak boleh memakai Dataloggers tambahan dan semua perangkat elektronik di atur oleh Dorna.

Tim yang masuk Open Class juga di perbolehkan memakai ban kompon lebih lunak untuk ban belakang (Rear Tyre).Tujuannya agar motor memiliki grip yang bagus di bagian belakang sehingga bisa memangkas gap dari tim-tim Pabrikan.Tim Open Class harus menggunakan ECU Official MotoGP yang terdiri dari :

» Official MotoGP Engine and Chassis Control Software

» Calibration and Datalogging Tools

» Inertial Platform

» Dashboard

» Switchboard

Tahun 2016 Open Class di tiadakan dan format kelas MotoGP kembali hanya menjadi 2 saja,Tim Pabrikan dan Tim Satelit.Semuanya menggunakan ECU Magneti Marelli AGO 340 dan software serta elektronik seragam dari Dorna (Unified Software).Aturan ini di bentuk agar semua tim memiliki kesempatan yang sama untuk naik podium dan tidak di dominasi hanya Factory Team saja.

5. Satellite Factory Support

Satellite Factory Support sebenarnya adalah Satellite Team,namun perbedaannya adalah jika Satellite Team baru bisa menggunakan motor seperti yang di pakai Tim Pabrikan pada musim selanjutnya,sedangkan Satellite Factory Support dapat memakai mesin dan sasis yang sama seperti Tim Pabrikan saat itu.

Hanya saja untuk part lain seperti suspensi dan rem berbeda dari Tim Pabrikan.Kualitas part Tim Pabrikan tetaplah lebih bagus.Cal Crutchlow adalah rider Tim Satelit yang pernah merasakan Factory Support pada motor LCR Honda miliknya dan masuk ke Satellite Factory Support.Satellite Factory Support setara dengan Factory Team untuk performa mesin dan sasisnya saja.

Secara keseluruhan Tim Pabrikan lebih unggul dari Satellite Factory Support.Dulu di era 500cc ketika Valentino Rossi di tim Nastro Azzurro,timnya juga tergolong dalam jenis kelas ini karena mendapat part terbaik,Full Support dari HRC dan memiliki mekanik khusus Tim Pabrikan,Jeremy Burgess.

6. Factory With Consession

Tahun 2014 ketika ada Open Class,Ducati Team langsung memutuskan masuk pada kelas itu.Publik mengira Ducati benar-benar menjadi tim Open Class.Namun ternyata tidak,karena status Factory Team belum hilang dari Ducati.Ibarat kat,Ducati itu ada di tengah-tengah antara Factory Team dan Open Class sehingga muncullah kelas baru yang di beri nama Factory With Consession.Jadi Factory With Consession seperti tim peralihan dari Pabrikan menuju Open Class,tapi tidak full.

Keuntungan Ducati berada di Factory With Consession adalah bebas memakai ECU sendiri,memakai Soft Tyre Compund.Perbedaan utama antara Pabrikan utama dan Pabrikan yang mendapat konsesi terletak pada jatah mesin sebanyak 9 buah per musim,bebas dari Engine Freezed dan Private Test.Namun kelebihan ini akan di cabut jika tim yang mendapat konsesi berhasil naik podium.Suzuki dan Aprilia juga ikut masuk dalam kelas ini.

» Podium 1 = 3 point konsesi

» Podium 2 = 2 point konsesi

» Podium 3 = 1 point konsesi

Jika tim dalam Factory With Consession mampu mengoleksi 6 point dalam 1 musim,maka kebebasan Tes privat akan di batalkan.Begitu juga dengan jatah mesin yang tadinya 9 buah akan di kurangi menjadi 7 mesin.Engine Freezed berlaku kemabali setelah musim berakhir dan berganti ke musim kompetisi tahun berikutnya.

Di hilangkannya konsesi ini karena Factory Team yang belum kompetitif di anggap sudah berkembang dan mampu setara dengan Factory Team lainnya yang sering menang race seperti Yamaha dan Honda.Jika sudah selevel,keuntungan dan kemudahan pun akan hilang satu per satu,mengikuti regulasi standar bagi Tim Pabrikan.

loading...

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*