Burgess Bongkar Rahasia Rossi Yang Disembunyikan

loading...

Haloo sobat media2give^^ Jumpa lagi ya dengan kali di posting ini hehehe.. Pada kesempatan ini Saya akan mengupas tentang informasi yang berkaitan dengan rahasia.Wiih,rahasia apa nih? Rahasia ini menyangkut nama besar Valentino Rossi.Mantan mekanik Rossi,Jeremy Burgess mengungkap sebuah fakta mengejutkan.Jeremy Burgess Bongkar Rahasia Rossi Yang Disembunyikan.Sebelum membahas rahasia besar itu,mari sejenak kita mengenal siapa itu Jeremy Burgess.

Burgess adalah salah satu mekanik handal MotoGP.Dia lahir pada 16 April 1935.Karirnya di dunia balap telah berlangsung sangat lama dan ide-ide serta kemampuannya dalam setting motor berhasil membawa banyak pembalap yang boleh di sebut sebagai Legenda MotoGP meraih kesuksesan.Pria yang akrab dipanggil “JB” oleh fans Rossi ini pernah menangani pembalap-pembalap hebat.

Kontribusinya cukup besar bagi tim sehingga peran Burgess sulit tergantikan dalam kurun waktu yang lama.Setidaknya ada nama-nama rider hebat berbagai generasi seperti Randy Mamola,Ron Haslam,Freddie Spencer,Wayne Gardner dan Valentino Rossi yang pernah merasakan racikan Burgess.Total ada 14 gelar juara dunia yang di cetak Burgess saat menjadi Crew mekanik.Keahlian Tuning selama di Suzuki dan Honda 2tak sudah di kuasai Burgess sejak 1998.

Burgess sangat bagus dalam memahami pengapian mesin Big Bang sampai diakui sebagai Bapak Tune di era Rossi.Kebersamaan Rossi dan Burgess adalah yang paling lama di bandingkan Burgess dengan pembalap lainnya.Hubungan mereka terjalin baik karena Burgess merupakan tipikal mekanik yang tau apa yang di inginkan pembalapnya.Namun kerjasama Rossi Dan Burgess akhirnya berakhir di penghujung musim 2013.

Banyak alasan kenapa mereka berpisah.Burgess di nilai sudah tak bisa mengikuti perkembangan balap dan perubahan teknologi lagi di usianya yang menembus 60 tahun.MotoGP modern bertransformasi menjadi tergantung pada perangkat elektronik.Sementara konsep berpikir Burgess masih menggunakan cara klasik yang dinilai sudah usang/ketinggalan.

Dalam filosofi Burgess,presentase skills dan motor adalah 80/20,artinya 80% penentu kemenangan di pengaruhi kemampuan pembalap dan 20% sisanya karena dukungan teknologi.Rossi mengganti Burgess dengan mekanik baru,Silvano Galbusera.Padahal Galbusera ini lebih banyak berkutat di Superbike dan reputasinya belum teruji untuk menangani motor MotoGP.

“Ini keputusan yang sulit.Jeremy sudah seperti ayah buat Saya.Ini keputusan Saya sendiri,terutama karena sekarang cara kerja di MotoGP berbeda dibandingkan tahun-tahun yang telah lalu,kata Rossi.”

Rossi pertama kali bertemu dengan Galbusera di tahun 2010 saat dia cedera tulang kering di Free Practice 2 sirkuit Mugello.Waktu itu Rossi mencoba berlatih dengan Yamaha R1 di Misano dan bertatapan langsung dengan Galbusera.Keputusan berani ini di pengaruhi juga oleh faktor komunikasi,sebab Galbusera dan Rossi sama-sama orang Italy.Rossi menjelaskan ada perbedaan saat bekerja dengan Burgess dan Galbusera.

“Dengan Jeremy Saya lebih banyak bicara tentang perasaan Saya.Sementara dengan Silvano Saya lebih sering bicara tentang analisis data,kata Rossi.”

Rahasia Rossi Dibongkar Burgess

Setelah berpisah dari Rossi,Burgess mulai terbuka soal hal-hal tersembunyi pada diri Rossi yang tidak diketahui publik.Burgess membeberkan rahasia bahwa sebenarnya ada masalah yang membuat kerjasama mereka terhenti.Ketika Comeback ke Yamaha tahun 2013,Rossi memperoleh motor yang berbeda dari yang dia gunakan sebelum pindah ke Ducati.

Rupanya selepas Rossi pergi,Yamaha mendesain YZR-M1 khusus untuk Lorenzo.Rossi tak terima di berikan motor yang tak sama dengan YZR-M1 nya.Bahkan bukan hanya keberatan,Rossi meminta Burgess mengembalikan semua settingan M1 2013 ke versi M1 2009.Burgess tak mampu menyanggupi permintaan itu karena menurutnya tidak mungkin M1 di kembalikan seperti masa lalu.

“Balance M1 cocok untuk Lorenzo.Riding Style Rossi tak memungkinkan Yamaha menyesuaikan setelan versi Rossi 2009 dengan ban baru Bridgstone.Banyak hal yang berubah,terutama cara mengendarai ban depan Bridgestone.Pengembangan yang Kami lakukan pada 2008-2010 tidak bekerja pada ban baru,kata Burgess.”

Di musim 2013 Lorenzo adalah rider yang di prioritaskan Yamaha.Apalagi tahun sebelumnya Por Fuera berhasil juara dunia MotoGP 2012.Bargain Position Rossi tak lagi sekuat dulu ketika Rossi jadi rider andalan Yamaha.Rossi tidak bisa bebas membuat syarat mengubah motor.Akibatnya,Burgess pun di depak dari tim Rossi.Hasil kurang memuaskan di tahun 2013 bukan karena Rossi butuh adaptasi lagi dengan M1.

Tapi lebih karena setting dan desain motornya tak sama dan sesuai dengan gaya Rossi karena motor itu sejatinya di kembangkan untuk style Lorenzo sejak 2011.Ketika Rossi memberi tekanan lebih pada ban depan,motor malah susah berbelok.Namun dalam 5 seri terakhir,Rossi akhirnya mencoba menerima kondisi motornya dan tidak ngotot minta settingan sesuai keinginannya.Di tahun 2013 Rossi cuma bisa sekali menang di GP Assen.

loading...

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*