Crutchlow Marah Besar Pedrosa Jadi Target Sasaran

loading...

Haloo sobat media2give^^ Pada kesempatan ini Saya mau berbagi informasi mengenai dunia MotoGP lagi,lebih pasnya soal Crutchlow Marah Besar Pedrosa Jadi Target Sasaran.Crutchlow merupakan salah satu rider agresif dan ngotot ketika berduel di sirkuit.Gaya balapnya terkesan “galak” namun disitulah letak keistimewaan rider berjuluk “The British Bulldog”.Sebelum terjun di kelas MotoGP,Crutchlow telah sukses menjadi juara dunia British Supersport Championship 2006 dan World Supersport Championship 2009.

Dia juga pernah berlaga di ajang World Superbike.Prestasinya di kelas premier MotoGP bisa di bilang tidak buruk.Cal adalah rider dengan segudang pengalaman karena sudah mencoba berbagai motor dan tim di MotoGP.Beberapa tim pernah dia bela,seperti Monster Yamaha Tech 3,Ducati Team dan LCR Honda.Artinya Crutchlow pernah mencoba motor Pabrikan dan Satelit.Dia pastinya paham betul karakteristik Yamaha,Honda dan Ducati.

7 tahun berkompetisi di MotoGP,Crutchlow menorehkan 13 kali podium.Kemenangannya di GP Brno 2016 lalu mencatatkan dirinya sebagai rider tim Satelit ke 2 yang mampu mengulang keberhasilan menjuarai seri balap,setelah Jack Miller sebelumnya melakukannya di GP Assen 2016.Kali terakhir tim satelit mencicipi podium adalah saat Toni Elias menang duel ketat dengan Rossi di depan garis finish pada GP Estoril 2006.

Yang lebih membanggakan lagi,Crutchlow kembali memberikan kemenangan untuk tim Honda Satelitnya di GP Phillip Island 2016.Uniknya,Cal melakukan aksi yang sama seperti Rossi dulu,start dari belakang dan menang balapan.Di Brno dia mengovertake 9 rider hingga jadi yang terdepan.Fantastis!! dia melakukan itu dengan motor Satelit.Namun seperti pembalap lain,Crutchlow tidak bisa lepas dari masalah.Satu yang cukup menghebohkan adalah kala dia berseteru dengan Dani Pedrosa.

Senggolan Pedrosa Pada Crutchlow

Semuanya berawal di GP Le Mans ketika Pedrosa tampil sangat agresif.Waktu itu Dani start dari posisi ke 13,sementara Crutchlow dari grid ke 4.Saat race,Pedrosa mendapatkan pace yang tinggi dan feeling yang bagus dengan motornya.Perlahan dia merangsek maju melewati beberapa rider.Lap pertama Pedrosa sudah ada di urutan 7.Lap 10 dia mengovertake Dovizioso dan naik ke urutan 6.

Pedrosa terus mengejar dan tepat di belakang Crutchlow yang sedang di posisi ke 5.Lap 11 di tikungan ke 6 Pedrosa melakukan manuver berbahaya.Terlalu kencang menikung di Apex,dia sempat menyenggol motor Cal dengan kencang.Cructhlow kaget melihat motor Dani menyenggolnya hingga kakinya tergelincir dari Footpeg.Namun Crutchlow mengalah agar tidak terjadi tabrakan yang kemungkinan membuat mereka bisa tersungkur ke aspal.

“Saya melihat Crutchlow sedikit membuat kesalahan dan Saya menyalipnya dari sisi dalam.Saat itu dia mencoba menutup jalur dan Kami bersenggolan,kata Pedrosa.”

Pedrosa mengaku mengalami kesulitan mengendalikan motornya di lap-lap akhir karena vibrasi dari ban RC213V miliknya.Dia tidak tau kenapa itu bisa terjadi.Harapan podiumnya nyaris hilang,tapi tiba-tiba Rossi jatuh di tikungan 11 Last Lap.Crash yang di alami Rossi otomatis mendongkrak posisi Pedrosa ke urutan 3 dan berhasil naik podium.

Crutchlow Mengamuk Karena Ulah Pedrosa

Di GP Le Mans memang ada kontak fisik antara Cal dan Dani,tapi Crutchlow masih mencoba memahami itu sebagai bagian dari balapan.Cal tidak mempermasalahkannya.Tapi beda kejadiannya dengan race di GP Mugello 2017.Lagi-lagi Pedrosa dan Crutchlow terlibat duel ketat.Sepanjang balapan Pedrosa mengalami masalah pada settingan motornya dan tidak bisa mengendalikan motor dengan baik.Sampai tibalah Pedrosa berebut posisi 11 melawan Crutchlow di lap akhir.

Mulanya Pedrosa ingin masuk dari sisi dalam,sebab dia melihat ada celah dan posisi Crutchlow sedikit melebar di tikungan.Ketika motor Pedrosa separuh masuk ke sisi dalam tikungan,Crutchlow merespon.Posisi lututnya berubah,dari yang tadinya terbuka,lalu sedikit menutup dan akhirnya dia tutup saat melihat Pedrosa berusaha menyalipnya.Cal tidak ingin ada senggolan,sehingga dia memilih memberikan jalan pada Pedrosa.

Sayangnya Pedrosa justru telat mengerem dan kehilangan grip ban depan.Pedrosa Crash dan ikut menyeret Cal ke gravel.Keduanya tak bisa melanjutkan balapan.Namun emosi mulai muncul dari pihak Cructhlow.Pedrosa mendekati Cal untuk meminta maaf,tapi Crutchlow sudah keburu marah.

Dia mendorong tubuh Pedrosa sambil mengomel.Pedrosa terus berusaha memberi penjelasan,tapi Cal tambah keras menolak.Dia bahkan mengepalkan tangan,ingin memukul Pedrosa jika berani mendekatinya.Pedrosa tetap tak mau menjauh dan Crutchlow tambah emosi,lalu mendekatkan helmnya ke Dani,seolah mau berkata “Mau apa kau? Pergi sana!!” Berkali-kali Pedrosa ingin memegang tubuh Cal,namun Crutchlow tak mau di sentuh Pedrosa dan mengusir Dani.

“Saya sudah bicara dengannya.Pertama,dia bilang itu di luar kendalinya.Itulah sebabnya Saya sangat marah,karena seolah-olah itu bukan salahnya.Dia berbohong,namun semua tak bisa di ubah lagi,sekalipun Saya ingin memukulnya,kata Crutchlow.”

Saking emosinya,Crutchlow sampai berkomentar di Twitter dan menanggapi kondisi Pedrosa yang kehilangan posisi 2 di klasemen.Crutchlow senang Pedrosa kesusahan karena itu pantas dia dapatkan.Penyebab utama kemarahan Cal ini sebenarnya adalah karena Pedrosa tidak mengakui kesalahannya.Padahal Cal sudah mengalah ketika di overtake,tapi malah dia di tabrak hingga DNF.

Sudah sedikit mengalah,justru di jatuhkan.Siapa yang nggak marah? Emosi Cal wajar dia lampiaskan,sebab dia tau Pedrosa harusnya mengerti kalau dia tidak bisa memaksa masuk ke dalam.Tapi kenapa Dani nekat dan akhirnya membuat Crutchlow ikut jatuh? Itulah yang di kecewakan Crutchlow.

“Kalau Anda membuat kesalahan,akui saja lalu minta maaf.Selesailah sudah.Kadang Anda ingin melewati seseorang,tapi tak berhasil.Cukup sampai disitu,jangan terus memaksa,kata Crutchlow.”

loading...

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*