4 Rider Top MotoGP Ini Ternyata Dulu Hidup Pas-pasan

loading...

Haloo sobat media2give^^ Jumpa lagi nih dengan kalian ya hehe.. Yap,Kali ini Saya akan membahas informasi seputar 4 Rider Top MotoGP Ini Ternyata Dulu Hidup Pas-pasan.Ini bukanlah cerita karangan belaka,tapi memang benar-benar terjadi,jauh sebelum mereka tenar dan terkenal seperti sekarang ini.Hidup orang tidak ada yang tau karena segalanya bisa berubah dengan cepat.Tentunya semua itu tidak muncul begitu saja,tapi perlu di upayakan untuk mendapatkan perubahan ke arah yang lebih baik.

Tidak semua orang terlahir dalam kondisi yang enak,hidup enak,punya fasilitas,kendaraan mewah,rumah luas atau kesenangan hidup lainnya.Sebagian dari kita justru merasakan bagaimana kerasnya hidup,memahami cara untuk bisa bertahan dan perlahan-lahan mengubah takdir pada bagian yang bisa di pengaruhi.Kaya atau miskin tidak akan selamanya abadi.Itu bisa berubah 180 derajat dengan kerja keras dan ketekunan serta kesabaran dalam berusaha.

Di dunia ini banyak orang sukses dengan beragam profesi,termasuk para olahragawan.MotoGP adalah kompetisi balap motor paling di minati dan menarik.Disitu terdapat rider-rider yang memiliki penghasilan tinggi.Dengan uang di tangan,mereka bisa membeli barang-barang bermerek hingga kendaraan mahal.Namun siapa sangka,kehidupan mereka awalnya tidak semudah kelihatannya.Terungkap fakta bahwa pembalap besar seperti Rossi,Stoner,Marquez dan Lorenzo dulunya hidup sederhana.

Orang tua mereka hidup dalam kondisi seadanya,sampai-sampai pernah mengalami masalah finansial.Boleh di bilang hidupnya pas-pasan dari segi ekonomi.Mungkin tidak terbayangkan bagaimana bisa hidup mereka berubah setelah anak-anaknya sukses menjadi pembalap MotoGP.Tentunya butuh perjuangan dan perjalanan panjang untuk sampai di titik itu.Lalu bagaimana kisah hidup 4 Rider Top MotoGP itu? Simak ulasan lengkapnya berikut ini^^

1. Casey Stoner

Rider berjuluk Kurri Kurri Boy ini merupakan anak dari pasangan Colin Stoner dan Bronwyn.Colin,sang ayah dari Stoner hanya bekerja sebagai tukang cat keliling yang penghasilannya tidak seberapa.Mereka pernah membuat keputusan sulit tahun 1999 ketika Stoner kecil memasuki umur 4 tahun dan butuh jenjang lebih untuk membangun karirnya.Di Australia,Stoner sering memenangi balapan dan tidak menemukan pesaing kuat.

Stoner masih bayi (kiri)

Di usia 12 tahun Stoner turun di 5 kelas berbeda sepanjang musim dengan ikut dalam 7 seri balap.35 kali race dia jalani selama 1 tahun dan hebatnya,Stoner memenangi 32 dari semua balapan itu.Stoner mengoleksi 5 gelar juara,bahkan jika di total,ada lebih dari 100 gelar juara selama Stoner berkompetisi sejak umur 6-14 tahun.Sayangnya dana jadi kendala untuk Stoner sehingga ayahnya memutuskan menjual peternakan kecil yang tadinya menjadi mata pencaharian keluarga.

Piala Stoner banyak ya hehehe…

Uang hasil penjualan lalu di pakai untuk membiayai boyongan Stoner dan keluarga ke Inggris.Untuk menghemat pengeluaran,mereka sampai terpaksa tinggal di karavan karena tidak punya rumah tetap.Jalan Stoner mewujudkan mimpi baru terbuka lebar saat prestasinya di lomba tingkat nasional di Inggris dan Spanyol membuat tim Satelit kelas 125cc tertarik mengontraknya.

Musim pertamanya,Stoner hanya turun di 2 seri,salah satunya di Phillip Island dimana dia finish di posisi 12.Tahun berikutnya Stoner naik ke kelas 250cc dan jadi rider reguler.Sayang jalannya tidak mulus karena Stoner akhirnya turun ke kelas 125cc lagi selama 2 tahun.Baru di tahun 2005 dia masuk kembali ke kelas 250cc dan menyelesaikan kompetisi di posisi 2.Tahun 2006 dia berhasil naik tingkat ke level MotoGP bersama tim Satelit Honda.

2. Jorge Lorenzo

Lorenzo lahir di Palma de Mallorca,sebuah pulau yang terletak di sebelah timur kota Barcelona.Ayah Lorenzo adalah Chico Lorenzo.Dia bekerja sebagai mekanik,sementara ibunya bernama Maria Guerrero.Maria cuma berprofesi sebagai kurir pengantar surat.Kehidupan Jorge di masa kecil jauh dari hingar bingar kemewahan.Lorenzo mulai di perkenalkan ke balapan ketika usia 1 tahun.

Lorenzo Mohawk

Dia pertama kali di berikan sepeda motor kecil hasil kreasi ayahnya.Dulu karena keterbatasan ekonomi,Chico berkreasi menciptakan sendiri motor mini untuk anaknya yang di buat dari mesin bekas dan limbah seadanya yang bisa di pakai.Suatu waktu,Lorenzo kecil di naikkan ke atas motor mini itu dan di tinggal sebentar.Tiba-tiba terdengar suara keras.Chico menengoknya,rupanya Lorenzo jatuh dari atas motor.

Lorenzo masih bayi

Lorenzo tertimpa motor itu,untungnya dia tidak terluka karena tubuh Lorenzo kecil sehingga setang motor menahannya dari tertindih motor.3 tahun kemudian Lorenzo mengikuti balap Minicross.Tahun 1995 saat usianya 8 tahun,Jorge menjadi juara Balearic dan kelas lainnya seperti Trial,Minimoto dan Motorcross Junior.Tahun 1997 Lorenzo ikut kejuaraan 50cc Caja Madrid Copa Aprilia.

Sayang waktu itu Lorenzo mendapat kendala dan tidak memenuhi syarat.Peserta balapan di wajibkan minimal berumur 12 tahun,padahal Jorge baru berusia 10 tahun.Chico datang ke panitia dan memohon agar anaknya bisa ikut lomba dengan alasan mereka sudah jauh-jauh datang dan mendaftar.Akhirnya Lorenzo pun bisa mengikuti kompetisi itu.Tanpa di duga,rupanya balapan Copa Aprilia 97 di lihat oleh manajer tim Derbi,Dani Amatriain.

Dani terkejut melihat ada anak kecil yang cara membalapnya berbeda.Cornering Lorenzo sudah layaknya rider professional.Dani datang ke Pit dan bertemu Chico.Chico kemudian punya inisiatif untuk menunjukkan video anaknya ke Dani.Pertemuan Dani dan Lorenzo itulah yang membuka jalan bagi Jorge untuk bisa berkompetisi di kelas 125cc dan masuk tim Derbi.

“Saya penasaran dengan anak itu.Anak itu punya potongan rambut mohawk dengan 2 bintang,kata Dani.”

Prestasi Lorenzo belum terlihat mengkilap di kelas 125cc ini.Namun ketika naik ke kelas 250cc,di tahun keduanya Lorenzo berhasil jadi juara dunia dan dia mempertahankan gelarnya itu di tahun berikutnya.Lorenzo sukses meraih juara Back to Back,2 musim beruntun bersama Aprilia.Tahun 2008 akhirnya Lorenzo pindah ke MotoGP dan merengkuh titel pertamanya pada 2010.

3. Marc Marquez

Marc Marquez sang juara 3 kali di MotoGP (2013,2014,2016) ini adalah pembalap yang paling cepat dan sulit di kalahkan.Usianya masih muda,semangat membara dan di tunjang skills unik,membuatnya jadi sosok penerus generasi para raja di MotoGP.Banyak rekor yang mampu dia pecahkan sehingga tak butuh waktu lama buat Marc untuk menunjukkan pada dunia bahwa dialah salah satu rider terhebat yang ada di MotoGP.

Tapi taukah kalian,kehidupan Marquez itu tidak semudah sekarang? Ya,Marquez dulunya berasal dari keluarga sederhana.Ayahnya,Julia Marquez mencari uang dengan menjadi pekerja konstruksi.Ibunya,Roser Alenta,berprofesi sebagai sekretaris.Mereka hidup berempat (dengan Alex Marquez) di sebuah rumah kecil di kota Cervera,Catalunya,Spanyol.

Alex & Marc Marquez

Sekalipun Marquez sukses,dia kini masih tidur di kamar lamanya,tidak hidup bermewah-mewahan.Saat Marquez kecil,ayah dan ibunya pernah tidak makan gara-gara kekurangan uang setelah terjadi PHK massal akibat krisis ekonomi di Spanyol.

“Kami kadang tidak makan demi membeli sepatu balap untuk anak Kami.Banyak pengorbanan yang harus Kami lakukan agar Marc dan Alex bisa seperti sekarang,kata ayah Marc.”

“Saya sering melihat Marc tampil sangat agresif.Jika sudah begitu Saya pasti bertanya,apakah itu perlu dia lakukan? Marc selalu bilang jika tak mencoba maka dia tidak akan tau batasnya,kata Julia Marquez.”

Salah satu kunci sukses Marquez adalah disiplin dan aturan keras yang di terapkan ibunya Marc di rumah.Marquez dan adiknya sudah di biasakan untuk disiplin,baik dalam waktu atau menjaga kebersihan kamarnya.Tempat tidur Marc yang sekarang tidak jauh beda dengan yang dulu.Disana masih ada koleksi mobil mainan koleksi Marc waktu kecil.

“Mereka (Marc dan Alex) tidak boleh meninggalkan handuk basah di dalam tas,kata Roser Alenta.”

Marquez pertama kali naik motor saat ayahnya membelikannya motor mini bekas yang di cat putih dan di lengkapi Stabilizer untuk menjaga supaya Marc tidak jatuh saat menaikinya.Motor itu yang kelak jadi inspirasi Marc untuk jadi rider professional dan meraih banyak kemenangan serta prestasi.

4. Valentino Rossi

Kisah hidup Rossi cukup menarik.Dia lahir dari pasangan Graziano Rossi dan Stefania Palma.Graziano adalah pembalap professional yang ikut kejuaraan kelas 250cc.Rossi memiliki 2 adik,Luca Marini dan Clara Rossi.Uniknya mereka tidak seayah seibu dengan Rossi.Marini satu ibu dengan Rossi,tapi beda ayah.Sedangkan Clara satu ayah dengan Rossi,namun berbeda ibu.16 Februari 1979 adalah hari bersejarah karena Rossi terlahir ke dunia.

Rossi bayi

Lahirnya anak yang akan jadi Legenda MotoGP.Rossi tumbuh dan besar di Tavullia,daerah pedesaan yang indah di Italy.Letaknya 70 km di sebelah barat laut Ancona dan 15 km dari Pesaro.Lucunya,Rossi lahir waktu ayahnya sedang galau.Graziano yang kala itu masih berumur 25 tahun mengalami hidup yang kacau dan Rossi pun hadir mewarnai hidup Graziano.Ketika di interview seputar kelahiran Rossi,ayahnya tidak ingat jelas semuanya.

Motor pertama Rossi

Dia cuma ingat beberapa hal seperti berat Rossi saat lahir 3,4 kg,tanggal lahirnya dan selebihnya Graziano tidak ingat,sebab pikirannya tidak karuan waktu itu.Perjalanan karir Rossi di mulai dari balapan Go Kart yang dia ikuti.Tahun 1990 Rossi terjun ke kompetisi Karting dan cukup berprestasi.Sampai ibunya merasa khawatir dan tidak memiliki dana lebih untuk mendukung hobi anaknya.Motor mini kemudian jadi solusi yang di pilih Stefania.Rossi beralih dari balap Karting ke balap motor.

Rossi rajin latihan dan tahun 1992 ikut di ajang Minimoto Championship.Rossi menjuarai balapan tingkat regional ini.Setahun kemudian Rossi membalap di Italian Sports Production Championship.Lagi-lagi dia jadi juara hingga tahun 1995.Rossi pindah ke kelas 125cc tahun 1996 dan sejak itulah dunia mulai memperhatikan kehebatan anak Italy ini hingga sekarang jadi rider yang paling banyak di sukai dengan memiliki jutaan fans di penjuru dunia.

loading...
loading...

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*