12 Alasan Lorenzo Ketika Gagal Menang Balapan

loading...

Haloo sobat media2give^^ Kali ini Saya mau membahas informasi tentang MotoGP,yaitu soal Alasan Jorge Lorenzo Ketika Gagal Menang Balapan.Lorenzo termasuk dalam jajaran rider hebat dengan prestasi memukau.Potensinya mulai terlihat menonjol di kelas 250cc.Dan itu dia buktikan lewat 2 gelar juara dunia yang berhasil di sabet pada 2 musim berturut-turut.

Setelah naik ke kelas MotoGP,karirnya makin cemerlang.Meski sempat kesulitan di awal-awal debutnya dan di sebut “Rider Sirkus” karena lebih banyak atraksi jatuh ketimbang menang race,tapi Lorenzo mampu menunjukkan jika dirinya pantas bersanding sejajar dengan rider top lainnya.Berada di satu tim dengan Legenda MotoGP,Valentino Rossi,tak membuat Jorge ciut nyali.Bahkan justru dia makin berambisi mengalahkan Rossi.

Sifat dan karakter Lorenzo yang emosional sering menimbulkan masalah di tim.Lorenzo dan Rossi pernah bersitegang hingga di buat sekat pembatas di Paddock mereka.Namun tetap saja di race mereka menampilkan duel-duel seru seperti Epic Battle di Catalunya,Sachsenring dan Motegi.Sekarang Lorenzo memilih jalan lain dengan berlabuh ke Ducati.

Tantangan besar menanti rider Spanyol ini mengingat Ducati sepertinya kurang cocok dengan Riding Style Lorenzo.Kisah Lorenzo bersama Yamaha telah usai,namun publik tentu masih ingat dengan jasa Lorenzo bagi tim Garpu Tala ini.Lorenzo tetaplah bagian dari sejarah untuk Yamaha.Kadang Jorge sering mendapat kritikan tajam karena sifatnya itu.Setiap kali gagal menang race,Lorenzo selalu saja mempunyai alasan.

Ini membuat sebagian penikmat MotoGP menganggap Lorenzo suka cari alasan atas kekalahannya.Apakah ini benar? Bisa Ya dan bisa juga Tidak,tergantung dari alasan Lorenzo,apakah itu memang logis ataukah sebatas cara untuk menutupi kelemahan dirinya.Lalu apa saja alasan yang di buat Lorenzo jika tidak menang balapan/tampil kurang maksimal di race?

1. Jump Start Gara-Gara Nyamuk

Terdengar aneh dan lucu ya,sepintas memang konyol.Apa hubungannya nyamuk dengan Jump Start? Memangnya nyamuknya nakal dan mengganggu ya? hehehe… Ini terjadi di GP Austin 2014.Lorenzo yang start dari baris depan mengaku sedang fokus untuk start.Namun kerumunan nyamuk terbang di sekitar Visor helmnya.

Lorenzo pun melepas plastik di Visor itu.Sesaat kemudian lampu merah menyala dan Lorenzo refleks menarik gas karena mengira balapan sudah mulai.Akibatnya,Lorenzo Jump Start dan terkena Ride Through Penalty dari Race Director.

“Saya membuat kesalahan ketika start karena saat tiba di Grid,ada banyak nyamuk di Visor helm.Jadi Saya harus melepas lapisan di Visor.Saya tidak pernah melakukan itu sebelumnya.Ketika lampu menyala merah,Saya mengira itu tanda balapan di mulai,kata Lorenzo.”

2. Karet Ban Motor Jebol

Di GP Brno 2016,Lorenzo ada di posisi 10 ketika race menyisakan 7 Lap lagi.Saat kecepatannya meningkat,Lorenzo tiba-tiba masuk Pit untuk mengganti motor,padahal Kru Tim tidak memberi perintah.Kepala Kru Tim Lorenzo,Ramon Forcada bingung dengan keputusan Lorenzo.Sempat terjadi debat kecil karena Ramon menanyakan kenapa harus ganti motor di saat perfoma sedang meningkat.

Lorenzo tetap pada pendiriannya,ingin ganti motor dan akhirnya kemauannya di turuti.Anehnya,1 Lap kemudian Jorge balik lagi ke Pit.Tim tambah heran dan tidak mengerti dengan pemikiran Lorenzo.Setelah balapan,Lorenzo menjelaskan ke media jika dia meminta ganti motor karena karet ban motornya jebol.Kru tidak menyadarinya karena waktu Lorenzo berhenti di Pit,posisi karet yang terkelupas ada di bawah sehingga tidak terlihat.

“Tim Saya tidak tau yang terjadi.Mereka tidak mengerti karena saat Saya berhenti,bagian ban yang rusak menghadap aspal.Jadi ban seperti terlihat sempurna,kata Lorenzo dikutip dari Motorsport.com.”

3. Busa Helm HJC Turun

Lorenzo tampil impresif sepanjang balapan di GP Qatar 2015.Aksi saling overtake di tunjukkan Lorenzo kala menghadapi perlawanan Dovizioso.Kalah di trek lurus oleh power Ducati,Lorenzo selalu balas menyalip di tikungan.Duel berjalan seru sampai 7 lap jelang finish.Lorenzo tampak melambat,terlihat makin jelas pada 5 lap terakhir.

Dia di lewati Dovizioso,Rossi dan Iannone.Lorenzo akhirnya hanya finish di posisi ke 4.Lorenzo mengatakan,penyebab dia melambat adalah karena busa helmnya turun dan menutupi mata serta hampir sebagian Visor depan.Alhasil pandangannya terbatas dan untuk mencegah jatuh,Lorenzo terpaksa mengurangi kecepatannya.

“Saya membalap dengan baik dan semakin baik.Tapi tiba-tiba ada yang salah pada 2 bagian helm karena 2 busanya lepas dan jatuh.Saya kehilangan sebagian penglihatan,kata Lorenzo.”

4. Kaca Helm Mengembun

Masih soal helm,lagi-lagi Lorenzo bermasalah dengan HJC-nya.Kali ini terjadi di GP Silverstone 2015.Race di guyur hujan yang semakin deras di 3 Lap terakhir.Lorenzo tengah mengejar Dovizioso dan Petrucci.Namun helmnya mengembun dan pandangannya jadi tidak jelas.Lorenzo kesulitan melihat tikungan dan menentukan titik pengereman.

Dia pun hanya bisa selesai balapan di posisi 4.Penyebab embun muncul di sebabkan karena Lorenzo lupa memakai Breath Deflector.Alat ini berfungsi seperti masker yang mencegah nafas menabrak kaca helm.Suhu nafas yang hangat akan di alirkan ke bawah leher hingga mencegah penguapan di Visor yang menimbulkan embun.

5. Sensor Elektronik Error

Sesi kualifikasi di sirkuit Le Mans 2015 menghadirkan kejutan untuk Jorge.Yamaha M1 miliknya bermasalah di bagian sensor elektronik.Pada sensor itu ada indikator yang memberikan informasi pada pembalap tentang beberapa hal seperti posisi Gear yang sedang masuk.Lorenzo menyadari masalah ini dan untungnya hanya perilaku motor dan Engine Braking saja yang sedikit berubah,tidak sampai membahayakan rider.

“Sensor elektronik motor Saya rusak.Ketika Saya keluar Pit,motor terasa aneh dan panel indikator mengatakan posisi gigi 5,padahal saat itu sedang masuk gigi 2.Engine Brake jadi terlalu banyak di Chicane.Saya banyak mengerem di bagian itu.Saya kembali ke Pit,teknisi memberitahu sensor bermasalah,kata Lorenzo.”

6. Faktor Cuaca Hujan

Free Practice 1 Phillip Island menjadi saksi bagaimana buruknya penampilan Lorenzo yang terpuruk di posisi 19.Kondisi serupa terjadi di GP Sachsenring,dimana Lorenzo finish ke 15.Sementara di GP Brno lebih sulit lagi di terima Lorenzo.Dia selesai balapan di urutan ke 17.Itu adalah finish paling buruk Lorenzo sepanjang karirnya.Di Assen pun Lorenzo menderita,start dari Grid ke 11.Semua itu karena hujan yang deras,menjadikan aspal licin dan berdampak negatif pada Lorenzo.

“Ketika mencoba motor kedua,trek sudah di penuhi air.Jadi Saya hanya melakukan 1 Lap lagi.Memang sulit mendapatkan referensi tepat untuk memahami motor mana yang harus Kami pilih di kondisi itu.Di masa lalu dengan ban Bridgestone,Saya menang balapan di tengah hujan.Saya meraih Pole dan bisa podium,kata Lorenzo.”

7. Ban Motor Cepat Habis

Lorenzo adalah tipe pembalap yang mengandalkan Cornering Speed,sehingga dia butuh motor yang benar-benar punya cengkraman ban dan grip yang bagus.Motor juga harus stabil di semua tikungan.Jika itu terpenuhi,Lorenzo bisa kencang di lintasan dan percaya diri untuk menang.Motor khusus yang di gunakan Lorenzo biasanya di setting lebih lembut dari pembalap lain.

Kendalanya pengaturan ini adalah ban panas lebih cepat,artinya lebih cepat kehabisan grip.Jika ban tidak mampu bekerja maksimal,Lorenzo tak bisa meraih sudut kemiringan terbaiknya.Lorenzo menilai Michelin belum siap menyediakan ban dengan kompon pas untuk Wet Race.

8. Handling Motor Bermasalah

Yamaha M1 terkenal dengan motor paling balance dan handling yang ok punya.Yamaha lincah untuk melibas tikungan,lebih enak di kendalikan ketimbang motor lainnya.Sayangnya di GP Le Mans justru Handling motornya mengalami masalah.Lorenzo sempat bersaing di posisi 3,namun terus melorot hingga posisi ke 9.Kendali motor ini mengganggu Lorenzo sampai akhirnya cuma finish di posisi 7.

“Performa motor Saya berbeda dari saat sesi latihan pagi.Saya sempat mengikuti Dani Dan Dovizioso.Setelah 3 Lap,motor Saya mengalami masalah di semua area,termasuk Handling.Saya tak bisa melakukan apa-apa lagi,kata Lorenzo.”

9. Vibrasi Bagian Belakang Motor

Lorenzo tak bisa mendapatkan hasil positif di GP Silverstone 2016.Saat race dia terseok-seok dan susah payah menghadapi serangan Dovizioso.Probelmnya ternyata ada di bagian belakang motor.Lorenzo menjelaskan jika dia tidak cocok dengan settingan suspensi yang keras.Akhirnya Jorge harus rela di salip beberapa rider dan memilih tidak mengambil resiko agar tidak kehilangan point karena Crash.

“Kita menyeting motor dengan suspensi keras sama seperti tahun 2012.Waktu itu berhasil,tapi sekarang tidak.Reaksi motor kurang bagus ketika melewati aspal bergelombang.Saya merasakan getaran keras dari ban belakang.Mungkin ada karet ban yang lepas sehingga Saya memutuskan mengurangi kecepatan secara drastis,kata Lorenzo.”

10. Hembusan Angin Kencang

Di sirkuit Phillip Island Lorenzo belum tampil cemerlang karena faktor kondisi alam disana.Phillip Island berbatasan langsung dengan pelabuhan.Artinya di daerah itu hembusan angin cukup kencang.Ini berpengaruh pada Lorenzo yang sedang menggeber kencang motornya.Dalam 2 hari tes,dia hanya menempati posisi 11.Meski di lintasan lurus cukup cepat,tapi angin dari samping sangat mengganggunya.Konsentrasi Lorenzo berkurang karena angin di sirkuit itu.

“Di Sepang Kami tidak merasakan perbedaan yang banyak.Tapi di Phillip Island Saya merasakannya,terutama angin.Saat masuk gigi 6 bagian depan mulai bergerak.Jadi Saya harus mengurangi Throttle,kata Lorenzo pada AutoSport.”

11. Aspal Kurang OK

Lorenzo adalah pembalap yang suka memperhatikan detail lintasan.Dia pernah beberapa kali komplain karena keadaan aspal yang menurutnya kurang mendukung.Tercatat Jorge sempat mengeluh ketika mencoba sirkuit Losail,Sepang,Misano dan Brno.Aspal Losail menurutnya terlalu tua dan suhunya rendah saat balapan di malam hari.

Itu membuat rider kesulitan menemukan Grip yang sesuai.Aspal di trek ini belum di ganti sejak 13 tahun yang lalu.Di Sepang,aspal sudah di perbarui pada bagian Turn 1, Turn 2, Turn 3, Turn 4, Turns 5-6, Turns 7-8, Turn 9, Turn 13-14 dan Turn 15.Namun Lorenzo tidak puas,karena aspal tidak menyerap air dengan baik saat hujan.

Lalu di Misano,lagi-lagi Lorenzo mengkritik aspal karena permukaannya yang baru ternyata justru Abrasif dan menjadikan ban belakang cepat habis.Terakhir,aspal di Brno yang di anggap Lorenzo tidak rata.Lorenzo menilai sirkuit Brno terdapat gundukan yang berbahaya jika di lalui motor.

12.Posisi Jok Motor

Tidak mampu juara dengan Ducati,Lorenzo menyebut posisi jok sebagai masalahnya.Dia salah menentukan posisi jok yang dia pikir tadinya terlalu tinggi.Setelah di kurangi tingginya,kecepatan Lorenzo malahan tidak maksimal.Lorenzo memang agak bingung dengan posisi jok ini,sebab di Yamaha sangat nyaman,tapi beda dengan Ducati yang letak joknya tidak sama seperti motor Yamaha M1 nya dulu.

“Pertama mencoba Ducati,Saya rasa jok terlalu tinggi dari yang pernah Saya gunakan.Saya meminta itu di turunkan dan di modifikasi,tapi ternyata itu sebuah keputusan yang salah,kata Lorenzo.”

loading...
loading...

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*