Ganti Pakai Bigbang Suara Motor Marquez Seperti Yamaha

loading...

Haloo sobat media2give^^ Kali ini Saya akan membagikan informasi mengenai MotoGP.Pembahasan ini seputarĀ Ganti Pakai Bigbang Suara Motor Marquez Seperti Yamaha.Kesuksesan Marc Marquez menjadi juara dunia MotoGP tahun ini melengkapi koleksi titelnya yang sudah terkumpul 3 titel di kelas primer.Kehebatan Marquez dalam menunggang Honda tak perlu di ragukan lagi.Bahkan dia punya Riding Style yang unik dan ekstrim ketika mau menikung.

Memang terlihat agak kasar dan ugal-ugalan,namun cara itu cukup efektif membuat Marquez lebih cepat masuk tikungan.Sayangnya untuk melakukan itu dengan baik,motor perlu di tunjang dengan performa mesin yang prima.Bertahun-tahun lamanya Honda menggunakan mesin Screamer,lebih tepatnya sejak era MotoGP 2008.Mesin di MotoGP di bagi menjadi 2 tipe : Screamer dan Big Bang.Style dalam menggeber motor bisa jadi penentu mesin mana yang akan di pilih untuk motor.

marc-bigbang

Contohnya saja di kelas 500cc dulu,Valentino Rossi pernah mencoba mesin Screamer di musim perdananya tahun 2000.Ternyata Screamer tidak cocok dengan gaya balap Rossi.Alhasil,Rossi sering kesulitan mengendalikan motor dan terjatuh di race.Kemudian tahun berikutnya Rossi beralih ke Big Bang hingga saat ini.Baik Screamer atau Big Bang sebenarnya memiliki keunggulan dan kelemahannya masing-masing.

Perbedaan kedua mesin ini terletak pada urutan dan lamanya pembakaran pada piston.Dalam putaran mesin,setiap mesin membutuhkan 720 derajat putaran untuk sekali siklus pembakaran.Pada Screamer,terdapat jeda ketika putaran mencapai 180 derajat.Sedangkan untuk Big Bang,pembakaran di bagi menjadi 2 kali proses karena sekali putaran hanya kurang dari 90 derajat.Cara kerja ini mempengaruhi tenaga yang di hasilkan oleh mesin itu.Screamer mampu memberikan tenaga maksimal secara cepat dan konstan.

screamer-big-bang-engine

Screamer terkenal dengan daya ledak mesinnya yang tinggi.Namun punya kelemahan karena membuat grip ban cepat habis.Selain itu,motor juga jadi susah di kontrol dan terkesan “galak”.Sementara pada Big Bang,memberikan keunggulan pada pengereman,bahkan untuk Late Braking bisa di lakukan dengan jarak 30 meter jika memakai Big Bang.Proses pembakaran Big Bang memang tidak secepat Screamer,namun penyaluran tenaga lebih halus sehingga memudahkan rider saat mengontrol motor di tikungan.

Alasan Honda Gunakan Big Bang Lagi

Saat tes pramusim di Valencia,terungkap bahwa Honda sudah tidak memakai Screamer lagi dan meninggalkan platform konvensional V4 Engine yang selama ini jadi kebangaannya.Kenapa berganti Big Bang? Pertanyaan ini pasti timbul di benak penikmat MotoGP,terlebih lagi bagi fans Honda/Marquez.Semua yang di lakukan Honda tentu ada alasannya dan itu demi kebaikan ridernya.Setidaknya ada 3 alasan utama kenapa Honda memakai Big Bang kembali.

1. Marquez Tidak Puas Dengan RC213V 2016

Musim ini Marquez memang tidak bisa mendominasi podium kemenangan dan sering bermain konstruktif.Honda cukup bermasalah dengan kurangnya akselerasi dan daya dorong (Drive Out),padahal biasanya akselerasi adalah kunci kekuatan Honda saat keluar tikungan.Ban pun jadi sering spin berlebihan.Alhasil,Marquez lebih memilih mengamankan point ketimbang jatuh karena memaksakan diri dan tidak tampil All Out.

mm93-jl99

2. Musim 2015 Honda Bermasalah Dengan Engine Brake

Tahun 2015 yang lalu Honda berusaha menaikkan power motornya karena para rival sudah mulai meningkat kemampuannya dan HRC merasa tenga motor perlu di tambah lagi.Honda tidak mau kalah saing dengan para kompetitornya.Namun mereka justru berhadapan dengan problem Engine Brake yang agresif dan membuat Marquez sampai tersungkur 6 kali di race.

3. Perubahan Aturan Penyamaan ECU

Aturan menarik di MotoGP 2016 menjadikan persaingan semakin seru.Gap antar tim menjadi lebih dekat.Salah satu perubahan aturan yang signifikan adalah penyamaan ECU dan software.Ini berakibat pada kinerja elektronik yang tadinya mengendalikan motor berkurang.Elektronik tidak cukup cepat mengantisipasi Spin setiap rider membuka gas dan Honda terseok-seok karena itu.

honda-2017-big-bang

Ketiga alasan itulah yang menjadi faktor kenapa Honda berpikir ulang dan memutuskan menggunakan mesin Big Bang,menggantikan Screamer.Karena memakai Big Bang,mungkin power Honda tidak akan seliar dulu lagi.Namun Honda bisa lebih smooth melibas tikungan dan lebih mudah di handle oleh Marquez.Karena beda cara kerjanya,suara yang keluar dari kedua mesin ini pun berbeda.Screamer mengeluarkan suara yang melengking keras dan paling berisik,mungkin seperti suara jet.

Sedangkan Big Bang,suaranya cenderung menderu,tidak terlalu keras dalam lebih halus jika di dengarkan.Lalu bagaimana jika Big Bang di gunakan Marquez? Suara motornya jadi berbeda,malah sekarang suara mesin Honda RC213V Marc lebih mirip suara mesin Yamaha.Tidak ada lagi lenkingan kencang ala Honda yang dulu lagi.Mau tau seperti apa bedanya? Cek video di bawah ini ya^^

RC213V Screamer Vs RC213V Big Bang

loading...

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*