Kisah Cinta Romantis Casey Stoner Dan Adriana Tuchyna

loading...
Haloo sobat media2give^^ Kali ini saya mau berbagi cerita tentang dunia balap MotoGP,lebih tepatnya soal Kisah Cinta Romantis Casey Stoner Dan Adriana Tuchyna.Yah meskipun Stoner sekarang udah nggak jadi rider MotoGP lagi sih,tapi dia tetaplah bagian dari sejarah MotoGP dengan prestasi yang telah di cetaknya selama berkarir sebagai pembalap.Stoner di kenal dengan keahliannya menjinakkan tenaga Ducati dan dialah satu-satunya penjinak Ducati.

Rider Ducati lain yang berusaha menyamai Stoner tak mampu sehebat Casey.RWS (Rear Wheel Slide) adalah jurus pamungkas Stoner yang selalu dipakai untuk mengendalikan tenaga besar Ducati.Dengan gaya balap itu,Stoner bisa melaju kencang dan membantu mengatasi motornya yang susah di belokkan.Hasilnya positif,terbukti tahun 2007 Stoner berhasil menjadi rider Ducati pertama yang bisa merengkuh gelar juara dunia.Kesuksesan ini tak lepas dari dukungan istrinya,Adriana.Dari Phillip Island lah Stoner menemukan belahan hatinya itu.


Phillip Island terletak di negara bagian Victoria di selatan Australia.Separuh lebih kawasan di tempat itu digunakan untuk lahan pertanian dan peternakan domba/kambing.Disana hanya ada 8000 jiwa penduduk yang hidup menempati Phillip Island.Di daerah tersebut ada sebuah lokasi wisata bernama Phillip Island Nature Park yang sering menarik pengunjung datang.Para pengunjung ingin melihat sekawanan penguin kecil yang datang dari laut.


Dengan keunggulan tempat wisata ini menjadikan Phillip Island tetap ramai walaupun penghuni asli dari daerah itu tidak terlalu banyak.Nama Phillip Island sendiri dijadikan sebagai nama sirkuit untuk gelaran ajang balap motor terkenal.Sirkuitnya dipakai untuk 2 balapan motor berbeda.Di bulan April,Phillip Island dipakai untuk World Superbike Championship,lalu pada bulan Oktober giliran Australian Motorcycle Grand Prix (MotoGP) yang menggunakannya.

Jika datang ke sirkuit itu,tak jarang kita dapat melihat burung camar yang berterbangan,sampai-sampai ada yang menabrak pembalap di lintasan seperti yang pernah dialami Iannone dan Lorenzo.Sementara bagi Stoner,Phillip Island sama saja seperti rumahnya,tempat dimana dia tumbuh.Berlaga di kandang sendiri membuat Stoner selalu bersemangat dan hampir selalu menang di Phillip Island.Tahun 2003 mungkin menjadi tahun paling membahagiakan buat Stoner.


Saat itu Casey masih di kelas 125cc.Selepas race berakhir,tiba-tiba ada seorang gadis muda yang mendatangi Stoner di pinggir lintasan.Gadis itu bernama Adriana Tuchyna dan ternyata dia mengidolakan Stoner.Kala itu usia Stoner baru 18 tahun,sedangkan Adriana berumur 14 tahun.Adriana mengajak Casey mengobrol lalu meminta tanda tangannya.Tapi Adriana sama sekali tak menyodorkan kertas/buku yang biasa digunakan untuk tempat menulis tanda tangan.


Stoner tidak kaget karena dia berpikir mungkin Adriana ingin diberi tanda tangan pada kaos,topi atau benda lain miliknya.Namun rupanya Adriana meminta Stoner memberikan tanda tangan di bagian tubuhnya.Adriana sedikit mengangkat kaosnya keatas dan menurunkan jeansnya sedikit.Rupanya dia ingin agar Stoner menuliskan tanda tangan di bagian pinggang depan bagian atas.Setelah itu mereka saling berpandangan dan Adriana pergi.

Beberapa hari kemudian mereka berboncengan untuk menikmati akhir pekan bersama sambil mengelilingi kota.Dari situlah benih-benih cinta Stoner dan Adriana bersemi.Stoner bukanlah warga asli kota karena dia dibesarkan di pedesaan yang memegang teguh tradisi.Casey tinggal di desa Kurri Kurri.Lain halnya dengan Adriana Tuchyna yang berasal dari Adelaide,kota terbesar ke 5 di Australia.Baik Stoner dan Adriana sama-sama mencintai dunia balap motor.


Bahkan Adriana dulu pernah mencoba menjadi pembalap.Adriana dibesarkan dari keluarga imigran yang memegang nilai tradisi.Keluarga itu tidak membiarkan Adriana pergi jauh ke luar negri seperti teman-temannya.Tujuannya agar Adriana tidak ikut dalam kehidupan bebas yang sering menjerumuskan anak-anak muda di Australia.2 tahun mengenal dan bersama Adriana ternyata tak lantas membuat Stoner bebas menikmati masa-masa indah.


Stoner sampai nggak pernah ada kesempatan mengajak Adriana kencan.Mereka jarang bertemu karena kesibukan Stoner sebagai pembalap.Namun Stoner tetap percaya pada hubungan yang mereka jalani itu.Stoner mulai dekat dengan ayah Adriana,Jano Tuchyna.Mereka sering ngobrol dan pada suatu hari Stoner diam-diam menemui Jano untuk melamar anaknya tanpa sepengetahuan Adriana.Casey ingin membuat kejutan dan melakukan hal spesial agar Adriana mengatakan “Ya”.

1 bulan berikutnya Stoner terbang ke Adelaide,padahal sedang ada jadwal balapan di Mugello.Tapi berhubung Stoner crash dan tidak bisa membalap,dia jadi punya waktu datang ke rumah Adriana.Adriana tak mengira ada Casey di rumahnya.“Saat itu Saya baru pulang sekolah dan ternyata dia ada di rumah menunggu Saya,kata Adriana.” Adriana makin kaget saat dia tau Stoner sudah menyewa Limosin dan memesan tempat untuk makan malam.Di momen itu Stoner berlutut dan mengungkapkan niatnya melamar Adriana.


Stoner mengatakan cara yang dipilihnya itu merupakan satu-satunya cara meminang gadis yang dia tau.Dia tak tau lagi apakah ada cara yang lebih baik/sopan dari yang sudah di lakukannya.6 Januari 2007 Stoner resmi menikahi Adriana di St Peter’s Cathedral.Stoner punya alasan kuat mengapa dia ingin menikah di usia muda.Alasan utamanya adalah karena jadwal kompetisi MotoGP yang padat.Setelah menikah pun Stoner tak bisa bebas semaunya pulang karena pekerjaannya sebagai pembalap yang tidak memungkinkan.

Casey menilai jika menikah berarti ada ikatan pasti antara dia dan Adriana.Masing-masing bisa saling menjaga.Stoner selalu ingin mengajak Adriana kemanapun dia pergi.Adriana sering membantu Stoner dengan menjadi Umbrella Girlnya dan menemani Stoner di Paddock serta memberikan dukungan penuh agar Stoner memberikan hasil terbaiknya di race.Adriana pernah berpikir jika Stoner ibarat anak kecil yang bermain di dunia pria dewasa.


Itu karena dia tidak pernah membayangkan Stoner bisa mengendarai Ducati 800cc.Menikah membantu Stoner merasa lebih rileks dan tidak terlalu stress.Dulu di tahun 2006 Stoner menghadapi banyak masalah dan sering crash di balapan sehingga dia dijuluki Crashy Stoner.Stoner makin pusing karena tak ada yang mau mendengar alasannya dan cuma menyalahkan Casey.Akibatnya,Stoner jadi menyalahkan diri sendiri.Disitulah Adriana setia menemaninya.


Bagi Stoner,menikah di usia muda tak jadi masalah daripada hidup seperti gaya barat yang hidup serumah tanpa ikatan pernikahan.Dari pernikahannya,Stoner di karunia anak perempuan yang cantik dan diberi nama Alessandra Stoner.Sirkuit Losail Qatar 2007 adalah yang paling membuat Adriana berdebar-debar.Dia percaya pada bakat dan potensi Stoner,namun tetap tegang melihat dari Paddock.Berkali-kali Adriana menahan nafas,tapi dia merasa lega ketika Stoner berhasil menang.


Stoner punya teman bernama Cameron Beaubier.Setelah race di Qatar,Baubier bertanya pada Casey,“Start model apa itu?” dan dibalas Stoner sambil bercanda,“Apa mau aku ajari? hahaha.” Saking bagusnya start Stoner membuat temannya itu heran.Dan ketika Beaubier mengikuti Rookies Cup di Jerman,Stoner menuliskan sebuah kata-kata di jaket Beaubier.Stoner menulis kalimat “Hey,pretty boy,stop riding like a pussy! C.S” 

Yang artinya meledek temannya itu supaya lebih semangat lagi.Kini,walaupun Stoner tak lagi di MotoGP sebagai rider,tapi paling tidak dia tetap berkontribusi pada Ducati dengan menjadi Test Rider.Keputusannya pensiun di akhir tahun 2012 mengejutkan banyak pihak karena dia pensiun saat usianya muda dan masih kompetitif.Tapi apapun keputusan yang diambil,Stoner tetaplah rajanya Ducati,sampai sekarang ini masih tak tergantikan di hati Fans Ducati sampai kapanpun.

loading...
loading...

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*