Mbah Gotho Kakek Tertua Di Dunia Asal Sragen

loading...
Haloo sobat media2give^^ ketemu lagi ya dengan kalian di posting ini.. Kali ini saya akan membahas tentang Mbah Gotho Kakek Tertua Di Dunia Asal Sragen.Hmm,umur manusia memang tidak bisa di tebak ya,soal hidup atau mati itu sudah ada yang mengatur.Tinggal bagaimana cara kita mengisi kehidupan dengan kebaikan sebagai bekal untuk akhirat nanti.Bicara soal umur,kini rahasia tentang teka-teki siapa manusia tertua di dunia telah terungkap.Seorang kakek dari Sragen,Jawa Tengah bernama Saparman Sodimejo atau lebih di kenal dengan sebutan Mbah Gotho,tercatat memiliki usia 144 tahun.

Bukti ini di dapat setelah tim dari Kantor Arsip dan Dokumentasi Sragen melakukan penelusuran tentang data dari warganya.Mbah Gotho lahir pada 31 Desember 1870 dan memiliki 4 orang istri.Istri pertama bernama Parinem,istri keduanya Rantiyah,sedangkan istri ketiga dia lupa namanya,dan istri keempatnya bernama Rayem.Mbah Gotho mempunyai 4 anak dan kini tinggal di rumah cucunya,Suryanto di Dukuh Segeran,Desa Cemeng,Sambungmacan,Sragen.Meski usianya sudah sangat tua,tapi Mbah Gotho masih mampu melakukan aktivitas tanpa bantuan orang lain.

Untuk sekedar mandi,Simbah masih bisa sendiri.Hanya saja untuk makan,Mbah Gotho masih sering di beri orang lain.Karena sudah lanjut usia,Mbah Gotho agak kurang pendengarannya,dan juga pengihatannya mulai kabur.Usia juga tampaknya membuat tubuhnya menjadi bungkuk,namun tetap sehat dan hidup seperti biasa.Ketika ada orang yang datang ke tempatnya,dia selalu bertanya,“Panjenengan Sinten?” (Kamu Siapa?) sambil menyambutnya dengan senyuman.Mbah Gotho merupakan satu-satunya saksi hidup pendirian Pabrik Gula Kedung Banteng.

Pabrik itu di dirikan tahun 1880 yang kemudian di ikuti dengan berdirinya Pabrik Gula Mojo Sragen.Saat menyaksikan proses pembuatan pabrik,Mbah Gotho masih berusia 10 tahun.Lokasi pembangunan pabrik tersebut sebenarnya keliru,seharusnya di bangun di sebelah selatan KA Kedung Banteng,namun nyatanya justru di bangun di utara KA Kedung Banteng,yang akhirnya hanya bertahan 2 tahun untuk di pakai menggiling tebu.Mbah Gotho pernah berprofesi sebagai pencari ikan di aliran Bengawan Solo.Dia menangkap ikan dengan tangan kosong,tanpa bantuan alat.


Dan pernah tertimbun longsoran tanah saat mencari ikan,namun tetap selamat.Mbah Gotho terkadang menyapu rumah untuk mengisi kegiatannya.Itu membuat keponakan yang melihatnya tidak tega,tapi bagi Mbah Gotho,menyapu adalah hiburan.Nah,karena usianya mencapai 144 tahun,Mbah Gotho sudah memecahkan rekor kakek tertua di dunia yang sebelumnya di sandang oleh Sakari Momoi dari jepang yang berusia 111 tahun dan tercatat di Guinness World Records.Sayangnya karena tidak memiliki akta kelahiran,rekor itu belum resmi di akui Guinness World Records.

Kisah tentang Mbah Gotho ini diketahui oleh Kepala Kantor Arsip dan Dokumentasi yang akhirnya datang ke rumahnya membawa sembako sebagai bentuk bantuan pada Simbah.Rupanya rahasia panjang umur seperti Mbah Gotho tidaklah sulit,hanya perlu “Sabar lan Narimo” (sabar dan iklhas menerima keadaan).Sederhana kan? mungkin kisah dari Mbah Gotho ini bisa menjadi inspirasi untuk kita agar lebih pandai bersyukur pada rizki yang sudah di berikan Allah SWT.Mau banyak atau sedikit,tetap harus di syukuri,semoga bisa menjadi amal baik yang nantinya membuat kita memiliki umur yang panjang.Amiiiin ^_^

loading...
loading...

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*