Makna Dan Filosofi Nomor Yang Dipakai Rider MotoGp

loading...
Haloo sobat media2give,kali ini saya akan membahas informasi seputar MotoGP lagi,lebih tepatnya mengenai Makna Dan Filosofi Nomor Yang Dipakai Rider MotoGp.Pada artikel sebelumnya saya sudah membahas tentang Alasan Valentino Rossi Menggunakan Nomor 46,dan untuk info di artikel ini akan lebih komplit lagi karena banyak nomor-nomor pembalap yang akan saya ulas.Seperti yang kita tau bahwa MotoGp merupakan ajang balapan motor paling seru dengan level tertinggi dibandingkan balapan motor lainnya.

Sudah tentu jika berhasil menjadi salah satu Rider MotoGp,setiap orang akan bangga apalagi jika berprestasi dan memperoleh gelar juara dunia.Panasnya persaingan di lintasan di tambah dengan aksi menawan yang disajikan semua Rider membuat setiap kali menonton MotoGp,adrenalin penontonnya juga naik terutama saat Rider idolanya sedang duel ketat memperebutkan posisi teratas.Bukan hanya skill saja yang di perlukan,melainkan perlu dukungan kru tim yang solid dan teknologi motor mumpuni agar menghasilkan kombinasi yang pas di motor yang dipakai para Rider.


Ada beberapa hal unik yang sering di temui di MotoGp mulai dari aksi salip menyalip,keisengan pembalap di luar race,warepack,motor,julukan pembalap,model helm dan yang tak kalah menariknya lagi adalah nomor motor masing-masing rider.Nomor ini menjadi ciri khas yang membedakan satu rider dengan yang lainnya sekaligus memberi identitas yang mudah di kenali penonton.Karena nomor juga termasuk unsur yang penting,maka tak ada salahnya jika kita ulik-ulik sisi menarik dari nomer tersebut.

Jika di perhatikan,nomor motor itu tak ada yang sama dan sebagian besar telah melekat pada diri rider,seperti kalau ada yang menyebut angka 46,otomatis akan langsung ingat dengan sosok Valentino Rossi,kemudian angka 99,93,dan 26 akan langsung mengingatkan kita pada Jorge Lorenzo,Marc Marquez,dan Dani Pedrosa.Nomer-nomer itu di mulai dengan urutan terkecil sampai paling besar.Mungkin sebagian dari kalian ada yang berpikir apakah nomer itu pemberian dari Dorna dan di berikan secara acak atau di urutkan untuk semua Rider?

Sebenarnya tidak,bukan itu alasan utama kenapa nomernya berbeda.Setiap rider punya cerita uniknya sendiri soal nomer motornya,dari mana asalnya,siapa yang memilihkan nomer dan apa arti/filosofi di balik pemilihan nomer tersebut.Dan memang benar,banyak filosofi dari tiap nomer motor di MotoGp yang mengandung makna sesuai tujuan penggunaannya.Okelah,biar nggak penasaran langsung saja kita kupas satu per satu arti di balik nomer rider MotoGp ya..
#46 Valentino Rossi

Siapa yang tak kenal dengan rider yang satu ini? segudang prestasi dan gelar juara dunia yang di perolehnya sudah cukup mengukuhkan namanya sebagai salah satu legenda hidup MotoGp yang sampai kapanpun sulit tergantikan.Pernah menunggangi beberapa motor berbeda seperti aprillia,honda,yamaha dan ducati membuat pengalaman Rossi sudah teruji dan saat ini Rossi sedang berusaha melengkapi gelar juara dunianya menjadi 10 kali.Alasan utama Rossi menggunakan nomor 46 adalah karena nomor tersebut pernah di pakai ayahnya saat masih aktif menjadi pembalap.


Berkat nomor 46,ayahnya Rossi menjuarai 3 race dan membuat Rossi terinspirasi memakainya juga.Rossi menganggap 46 adalah nomor keberuntungan.Makanya dia tak pernah menggantinya meski sudah juara dunia dan mendapat kebebasan menggantinya menjadi nomor 1.Rossi tau nomor 1 adalah yang terhebat dan beberapa fansnya ada yang menginginkan Rossi memakainya.Tapi Rossi terlanjur menyukai 46 sebagai nomornya.Tapi bukan Rossi namanya kalau tidak peduli dengan fansnya.Sebagai tanda respectnya,dia tetap menyertakan angka 1 di bagian lengan kanan baju balapnya.

#99 Jorge Lorenzo

“Porpuera”,begitulah julukan rider asal spanyol yang satu ini.Mempunyai prestasi hebat di kelas 125cc dan 250cc kemudian membuat Lorenzo naik ke kelas MotoGp dan 2 gelar juara dunia yang di dapatnya menjadi bukti ketangguhan Lorenzo.Mungkin bisa di bilang,sekarang MotoGp tengah di dominasi rider spanyol yang potensial.Menjadi rekan satu timnya Rossi,Lorenzo semakin bersemangat membuktikan kemampuan di tiap seri untuk memburu gelar dunia sebanyak mungkin.Nomor 99 yang melekat di motornya juga tak boleh di lupakan.Pada awalnya Lorenzo mengenakan nomor 48 yang merupakan pemberian manajernya,Dani Amatriain.


Namun sempat beredar isu bahwa nomor 48 itu plagiat dari nomor 46 milik Rossi.Lorenzo sendiri menampik isu itu dan akibatnya terjadi perselisihan dengan manajernya sehingga membuat Lorenzo harus mengganti nomornya.Polling di lakukan,Lorenzo memberi 3 pilihan nomor untuk di pilih fansnya,yaitu antara nomor 23,87,dan 99.Akhirnya dipilihlah angka 99 yang mengandung filosofi “hampir sempurna”,mendekati angka 100 yang di ibaratkan sebagai kesempurnaan.Nomor 99 inilah yang memicu Lorenzo tampil sempurna di setiap race.

#26 Dani Pedrosa

Rider yang di panggil “The Little Spaniard” ini adalah rider hebat yang bisa di bilang sebagai angkatan setelah jamannya Rossi.Pernah memperoleh gelar juara dunia kelas 250 cc membuat namanya menjadi target utama tim Repsol Honda untuk di jadikan rider utama.Bersama Nicky Hayden,Pedrosa bersaing dengan rider lainnya menjadi yang terdepan.


Sayangnya,sampai sekarang Pedrosa belum sempat merasakan gelar juara dunia MotoGp.Meski begitu kemampuan menggeber motornya tak perlu di ragukan lagi.Pedrosa memakai nomor 26 sebagai nomor andalan yang merupakan pemberian mentornya,Alberto Puig.Di tahun 2007,Pedrosa pernah mengganti nomornya menjadi 2 karena di tahun sebelumnya dia menjadi runner up.Namun banyak fansnya yang kurang setuju,sehingga Pedrosa kembali memakai nomor 26 nya lagi.

#93 Marc Marquez

Marquez,rider pendatang baru yang langsung menggemparkan MotoGp dengan kehebatannya.Bakatnya sudah terlihat sejak Marc kecil dan setelah menjadi Rider,sederet prestasi dan rekor menakjubkan berhasil di raihnya hingga mendapat tempat sebagai rider MotoGp.Di tahun pertamanya,Marc langsung menjadi juara dunia mengalahkan rider-rider pendahulunya.Gaya balapnya yang agresif sempat mendapat perhatian dan kritik dari rider lain maupun penonton yang menganggap Marc terlalu liar.


Tapi Marc tak bergeming dan melanjutkan aksi hebatnya.Satu demi satu rekor di pecahkan,dan kini gelar juara dunianya sudah bertambah menjadi 2.Marc memakai nomor 93 di motornya yang mengandung maksud sederhana,karena Marc lahir pada 23 Februari 1993.Angka 93 dari tahun kelahirannya,dan sampai sekarang Marc belum pernah mengganti nomernya.Mungkin saja ingin mengikuti jejak Rossi dan menganggap nomor 93 sebagai angka keberuntungannya.

#27 Casey Stoner

Stoner merupakan rider kebanggan negri Australia,negara yang terkenal dengan binatang kangguru.Karirnya di Motogp mulai terlihat bagus setelah kepindahannya menuju tim Ducati Marlboro yang membantunya memperoleh gelar juara dunia dan membuat dunia memandangnya sebagai rider hebat.Stoner tergolong rider tersukses Ducati setelah era Capirossi,dan berhasil mengalahkan tim-tim lain.Tahun 2007,Stoner perkasa dengan motornya,namun sempat kurang di akui kemampuannya karena waktu itu Ducati sedang di atas angin dengan motonya yang super kencang di trek lurus.

Duelnya dengan Rossi di anggap sebagai duel manusia dan mesin.Orang berpendapat Stoner hebat karena motornya,bukan skillnya.Akibatnya Stoner pindah ke tim Honda Repsol untuk membuktikan diri.Dan ternyata benar,dia masih bisa menjadi juara dunia kedua kalinya.Sayangnya Stoner mengambil keputusan besar untuk pensiun di usia muda karena tidak cocok dengan aturan MotoGp.Stoner memakai nomor 27 sebagai ciri khasnya saat membalap.Nomor ini adalah pemberian dari mentornya,Alberto Puig.Nomor 27 pernah di ganti menjadi 1 ketika Stoner menjadi juara dunia dengan Ducati.

#69 Nicky Hayden

Hayden yang dulu sempat berkarir di Superbike ini adalah satu dari banyaknya juara dunia MotoGp.Rider berjuluk “The Kentucky Kid” ini mendapat gelar juara dunia MotoGp di tahun 2006 bersama tim Repsol Honda.Di tahun itu duel sengit sering terjadi dan ada kejadian unik saat mendekati seri terakhir MotoGp,dimana Pedrosa tanpa diduga hampir mengagalkan gelar juara dunia Hayden saat motornya menabrak motor Hayden.Waktu itu point Hayden dan Rossi tidak jauh selisihnya,sehingga sedikit kesalahan saja bisa membuyarkan semuanya.


Untungnya Hayden masih bisa meraih gelarnya,karena di race terakhir Rossi sempat terjatuh dan harus puas finish di urutan 14.Sejak Hayden pindah ke tim Ducati,prestasinya mulai menurun sampai sekarang.Hayden menggunakan angka 69 sebagai nomor favoritnya karena mengandung filosofi seperti roda kehidupan yang kadang diatas kadang dibawah.Angka 69 jika di balik akan tetap terbaca 69 dan mengandung filosofi lain juga sebagai simbol Yin dan Yang di cina.Yin Yang adalah lambang dari keseimbangan dalam kehidupan.

#4 Andrea Dovizioso

Dovizioso atau yang mempunyai julukan “Little Dragon” ini merupakan rider asal italy yang juga ambil bagian dalam gelaran MotoGp.Di kelas 250 cc,Dovizioso bersaing dengan rider lainnya terutama Lorenzo yang saat itu sangat kuat di setiap race.Ketika pindah ke kelas MotoGp,Dovizioso terlebih dahulu menggunakan motor dari tim Honda Scot Racing.


Karena skillnya yang bagus membuat nama Dovizioso ditunjuk sebagai rider tim utama honda/Honda Repsol dan menjadi rekan pedrossa,sebelum Stoner akhirnya masuk juga ke Honda Repsol dan membuat jumlah ridernya menjadi 3 orang.Dovizioso menggunakan nomor 4 karena alasan dia sering finish di urutan ke empat.4 juga merupakan unsur angka yang terdapat pada nomor motor Kevin Swanth.Sebelum memakai nomor 4,Dovizioso menggunakan nomor 34 saat masih di kelas 250 cc.

#11 Ben Spies

Ben Spies,rider kelahiran Amerika Serikat (USA) ini mengawali karirnya bersama superbike dan pernah juara di ajang race AMA Superbike sebelum berpindah ke World SuperBike (WSBK).Saat di WSBK,Spies berhasil menjadi juara dunia dan menggunakan nomor 19.Spies juga di juluki “The Elbow” karena gaya balap yang dia tampilkan,bahkan sampai sekarang orang-orang masih mengenalnya dengan julukan itu.Melihat kehebatan yang di miliki rider ini,Spies pernah di panggil sebagai test rider suzuki saat Loris Capirossi mengalami cidera dan terpaksa tidak bisa tampil.


Setelah pindah ke MotoGp,Spies bergabung dengan tim Yamaha Tech 3 menggantikan James Toseland.Spies lalu berganti lagi ke tim pabrikan,Yamaha Fiat karena Valentino Rossi memutuskan hijrah ke Ducati.Bersama Yamaha Fiat,Spies malah kurang terlihat kehebatannya dan akhirnya harus turun tingkat ke tim Ducati Pramac karena Rossi yang akan kembali ke tim Yamaha.Di MotoGp,Spies menggunakan nomor 11 yang merupakan tanggal lahirnya,sama juga dengan nomor yang dipakai saat masih di AMA Superbike.

#41 Aleix Espargaro

Aleix Espargaro merupakan kakak dari Pol Espargaro,keduanya sama-sama menempuh karir sebagai rider di MotoGp.Aleix lebih dulu masuk ke MotoGp meski prestasinya tidak terlalu terlihat di banding rider lainnya.Sementara Pol mulai tercium kehebatannya di kelas 250 cc dan bersaing menjadi juara dunia.Pol menghadapi lawan berat,Marc Marquez yang kini merajai MotoGp.Sebelum race MotoGp berlangsung,Aleix sering menonton aksi adiknya terlebih dahulu di pinggir lintasan.


Setelah Pol naik ke MotoGp,barulah Aleix menunjukkan kehebatannya dengan motor CRT yang masuk kategori bukan motor andalan.Aleix selalu menjadi yang terdepan di antara rider CRT lain,bahkan di tahun 2014 kemampuannya meningkat sampai meraih grid depan seusai kualifikasi.Tercatat Aleix sudah 1 kali naik podium di tahun 2014.Aleix menggunakan nomor 41 yang merupakan inisial dari nama Youichi Ui,rider favoritnya.Youichi memakai nomor 41 juga saat membalap di kelas 125 cc tahun 1995.

#5 Colin Edwards

Rider yang satu ini adalah rider paling tua di MotoGp 2014.Edwards sudah kenyang pengalaman sebagai seorang rider,karena dia sudah membalap bahkan sebelum era Rossi.Edwards mengawali karirnya dari World Superbike (WSBK) dan berhasil menjadi juara dunia.Saat masih di WSBK,Edwards memakai nomor 45 dan menempati urutan ke 5 di akhir klasemen.Di tahun berikutnya Edwards berganti nomor menjadi 5 dan berada di runner up.


Lalu berganti lagi menjadi nomor 2 dan akhirnya Edwards berhasil menjadi juara dunia World SuperBike di tahun 2000.Setelah pindah ke MotoGp,Edwards mengenakan nomor 45 dan kembali berada di urutan ke 5 klasemen di tahun 2003.Lalu nomornya di ganti kembali menjadi 5 agar prestasinya di masa lalu terulang.Nomor itu dipertahankan sampai sekarang dan tidak lagi diubah oleh Edwards.Edwards juga terkenal dengan sebutan “The Texas Terror” dan “The Texas Tornado”.

#33 Marco Melandri

Marco Melandri sudah terkenal namanya sebagai rider hebat asal italy sejak jaman Valentino Rossi.Di kelas MotoGp,Melandri bergabung dengan tim Honda Fortuna.Prestasinya lumayan bagus meski belum pernah menjadi juara dunia,namun di tahun 2006 Melandri mampu bersaing dengan jajaran rider italy lainnya.Di tahun 2007 Melandri pindah ke tim Ducati Monster setelah pada tahun 2006 bersama tim Honda Gressini.Sayangnya kehebatannya tidak muncul karena gaya balapnya tidak cocok dengan motor Ducati.


Melandri hanya bertahan 1 tahun di Ducati dan memutuskan pindah ke Kawasaki Hayate.Di tim ini Melandri menunjukkan kehebatannya lagi,namun sialnya Kawasaki kekurangan sponsor sehingga harus mengundurkan diri dari MotoGp.Tahun 2011 Melandri beralih ke ajang World SuperBike dan di tahun 2015 Melandri akhirnya kembali lagi ke MotoGp.Melandri memakai nomor 33 karena alasan yang sederhana.Jika nomor itu di putar ke kiri maka akan terbaca “mm” yang di anggap Melandri sebagai inisial namanya,Marco Melandri (mm).

loading...

4 Comments

Leave a Reply to yanto cungkup Cancel reply

Your email address will not be published.


*