6 Ritual Unik Bayi di Dunia

loading...
Haloo sobat media2give,jumpa lagi nih di postingan ini hehe.. Kali ini saya akan membahas tentang 6 Ritual Unik Bayi di Dunia.Memiliki seorang bayi yang lucu,imut dan menggemaskan memang menjadi dambaan para orang tua.Kehadirannya akan melengkapi sebuah keluarga.Tangisan dan tawanya tentu akan menambah indah hari-hari dan membuat orang tua dimana pun akan merelakan waktunya untu merawat dan membesarkan si kecil dengan penuh kasih sayang.
Saat pertama kali melihat dunia,bayi akan melihat banyaknya warna dunia,dan membuatnya ingin tau tentang segala hal yang dilihatnya.Rasa penasaran yang masih tinggi ini,membuat bayi menjadi lebih aktif memegang sesuatu yang ingin dia ketahui.Mungkin dalam benaknya berkata,”Ini apa ya?” hehe.. Tingkah lucu ini juga yang bikin orang tua betah berlama-lama dengan bayinya meskipun kadang terkendala waktu karena banyak pekerjaan yang harus mereka lakukan.

Setiap orang tua akan mendoakan bayinya kelak menjadi anak yang baik,bermanfaat bagi orang-orang di sekitarnya dan tentu saja menjadi kebanggan para orang tua.Untuk mewujudkan kebahagiaan memiliki bayi,biasanya banyak yang melakukan ritual.Tak cuma di negara kita saja,di negara barat pun sama.Ada semacam keyakinan yang mereka percayai harus dilakukan sebagai bentuk syukur telah diberi kenimatan dan rizki dengan diberikan seorang bayi.Nah,berikut ini beberapa ritual unik bagi bayi yang dilakukan di berbagai penjuru dunia :

1. Menyimpan tali pusar di kotak kayu
Di jepang,ketika seorang ibu akan melahirkan,ia akan diberikan sebuah kotak kayu berisi mainan kimono.Kotak tersebut nantinya akan di isi dengan tali pusar si bayi.Orang-orang disana percaya,dengan menyimpan tali pusar ini akan menambah erat hubungan bayi dengan ibunya.Setelah bayi berumur 1 minggu,barulah dia diberi nama dengan upacara pemberian nama di depan altaar budha.Upacara ini sering kali dihadiri para kerabat orang tua si bayi.


2. Tidur siang diluar rumah
Tradisi ini dilakukan di negara denmark dan norwegia.Ketika hari sudah mulai siang,para ibu akan keluar rumah sambil membawa bayinya dengan kereta bayi.Mereka mengajak bayinya berjalan-jalan.Membawa bayi keluar rumah ini dilakukan untuk menidurkan bayinya,karena orang-orang di negara itu percaya bahwa udara dingin akan membuat bayi bisa tidur dengan nyenyak dan baik untuk menjaga kesehatan badan si bayi.


3. Telur merah untuk si bayi
Di china,bayi akan melalui proses upacara bulan purnama.Upacara ini diadakan ketika bayi menginjak usia 30 hari.Upacara ini juga bertujuan sebagai ungkapan kebahagiaan karena si bayi telah menempuh bulan pertamanya hidup di dunia.Biasanya upacara ini dilakukan pada pagi hari.Para kerabat ikut serta mendoakan si bayi dan telur merah serta manisan dipakai sebagai hadiahnya.Telur merah itu melambangkan bulan purnama.


4. Menanam tali pusar bersama pohon
Tradisi ini terdapat di jamaika,sebuah negara di benua afrika.Para ibu setelah melahirkan bayi,akan segera menanam tali pusar si bayi pada tempat yang telah disediakan sebelumnya.Di bagian atasnya akan di tanami dengan pohon.Tujuannya agar anak nanti ketika sudah besar,mampu menjadi pribadi yang bertanggung jawab sesuai semboyan orang jamaika “Rumah adalah tempat dimakamkan tali pusar,melambangkan keterikatan manusia dengan tempat asalnya”


5. Menyelipkan uang di tangan bayi
Tradisi ini dilakukan orang-orang trinidad.Biasanya,ketika si bayi baru di lahirkan,kerabat yang mengunjungi tempat bayi dilahirkan itu,akan menyelipkan uang di sela-sela jari si bayi.Mereka melakukan hal ini dengan harapan akan membawa kenikmatan berupa rezeki melimpah bagi si bayi kelak nanti.Tradisi ini harus dilakukan sebelum jam 6 sore,karena menurut orang-orang di negara itu,embun petang bisa membuat bayi sakit dan ritual pun harus dilakukan sebelum petang datang.


6. Kaki bayi tak boleh menyentuh tanah
Nah,jika tadi kita telah melihat tradisi ritual bayi di negara luar,kini giliran dari negara sendiri,tepatnya di provinsi bali.Di sana,bayi yang telah lahir dan berusia di bawah 210 hari,kakinya tidak boleh menyentuh tanah.Kepercayaan yang berkembang di tempat itu,bayi yang belum genap berusia 210 hari adalah jelmaan dewa yang turun ke bumi.Dan setelah umurnya lebih dari 210 hari barulah si bayi menjadi manusia seutuhnya.

loading...

4 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*