5 Sifat Anak Kecil Yang Perlu Kita Tiru

loading...
Sifat Baik Anak Kecil
Perubahan fisik seseorang akan selalu terjadi seiring dengan perkembangan usia mereka.Dari waktu ke waktu seseorang akan mengalami hal baru dalam hidupnya.Di masa pertumbuhan itu akan mulai terbentuk suatu karakter dan sifat yang melekat pada diri tiap orang,dan lama kelamaan sifat itu akan membawa pada kebiasaan yang selalu dilakukan setiap hari.Bicara soal kebiasaan,terkadang secara sadar/tidak pasti kita memiliki kebiasaan yang kurang baik,mungkin lumayan banyak /bahkan memang banyak yang seringkali kita abaikan.Kebiasaan kurang baik itu perlu sedikit demi sedikit kita kurangi supaya bisa menjadi pribadi yang lebih baik.

Seperti kata pepatah “Hari ini harus lebih baik dari hari kemarin,dan hari esok harus lebih baik dari hari ini”.Jika kita tidak mencoba merubah kebiasaan kurang baik itu,bisa-bisa malah sulit dibetulkan,akhirnya nasihat orang lain untuk mengingatkan diri kita saat salahpun dianggap angin lalu,kitapun menganggap diri sendiri sudah baik.Nah,agar bisa lebih baik,hal yang perlu dilakukan adalah mengevaluasi diri,melihat kembali kira-kira apa yang masih harus dirubah.Tentunya bisa dengan melibatkan orang yang dekat dengan kita,agar perubahan itu jadi lebih mudah.Tidak ada salahnya juga sekali-kali menggunakan cara yang satu ini,yaitu dengan melihat seorang anak kecil.Lho kenapa begitu ? Pasti kalian bertanya-tanya,apa bisa dengan cara seperti itu?.Ya,jawabnya sudah pasti karena anak kecil masih memiliki banyak sifat-sifat baik.Apa sajakah itu ? Mari kita bahas bersama,dan berikut inilah beberapa sifat baik dari anak kecil tersebut :

1.  Jujur
Sifat ini yang jarang kita temui sekarang ini di kalangan masyarakat sekitar.Sepertinya sudah semakin sedikit saja orang-orang yang jujur saat ini.Coba tengok orang-orang disekitar kalian,diantara teman sekolah/kuliah/kantor  kalian bisa dihitung,berapa yang benar-benar jujur dan mana yang kelihatannya jujur tapi sebenarnya,dia menyimpan banyak kebohongan.Lihat lagi di kalangan pemerintah.Banyak sekali orang pintar di negri ini,tapi sayangnya tak semua punya sifat jujur.Hasilnya,tau sendiri kan..korupsi dimana-mana.Tidak Cuma kalangan elit saja,bahan orang-orang kelas bawahpun sama saja.Beda halnya dengan anak kecil,seorang anak kecil yah kira-kira masih umur 4-5 tahun kalau ditanya pasti dijawab yang sebenarnya terjadi.Kenapa coba? Karena anak kecil itu belum terpikirkan diotaknya untuk menutupi suatu hal.Antara yang dia lihat,dengar dan rasakan sama dengan yang diucapkan.Maka dari itu hendaknya kita juga memiliki sifat ini,agar menjadi orang yang lebih baik.
2.   Imajinatif
    Jaman kita kecil dulu,hari-hari berlalu seperti sebuah mimpi.Banyak kenangan dan hal-hal indah lainnya yang selalu menghiasi hari.Hidup seperti petualangan tiada akhir.Kita punya mimpi-mimpi besar,jadi dokter,pilot,polisi ataupun jadi superhero sekalipun pernah kita miliki bersama.Masih ingat dengan gaya sok-sok jadi pahlawan? Bawa senjata dan ikut pura-pura perang ? Haha..jadi inget masa kecil,pastinya semuanya pernah mengalami masa-masa itu.Sifat imajinatif pada anak kecil ini juga bisa dituangkan dalam bentuk karya-karya,salah satunya gambar.Meskipun tak semua anak pandai menggambar,tapi paling tidak bisa membuat corat coret yang lucu.Itu tandanya mereka punya banyak ide yang unik.Imajinasi ini jika dikembangkan bisa menjadi sebuah keahlian seperti dalam bidang film,membuat animasi keren macam anime,film kartun 3D dan film action lainnya yang menggunakan animasi seperti final fantasy,lord of the ring,transformer dan segudang film hebat lainnya.Semuanya berawal dari satu kata,yaitu “imajinasi”
3.  Rasa kemanusiaan tinggi
Orang-orang dewasa cenderung punya sifat egoisme dan individualis tinggi.Bayangkan saja,berapa banyak orang disekitar kita yang mengalami kesulitan ekonomi di hidupnya.Tapi pernahkah ada pikiran kita untuk menolong mereka ? Jawabannya : belum tentu.Tidak semua orang mau membantu yang laiinya,karena sifat egosime itu.Semuanya cuma perduli dengan dirinya sendiri.Kalaupun membantu,itupun masih banyak yang mengharap imbalan materi.Meski tak semua orang egois,tapi memang kalau dirasakan..sepertinya banyak juga yang kayak gitu terutama di Kota-kota besar.Bandingkan dengan anak-anak kecil,mereka selalu mencari teman untuk bermain bersama.Karena dengan kebersamaan semuanya jadi lebih asik dan seru.Tak peduli mau kalah ataupun menang,yang penting semua merasa senang.
4.  Mudah memaafkan
Semua anak kecil sudah tentu memiliki sifat memaafkan yang tinggi.Mereka masih belum dihinggapi virus gengsi untuk meminta maaf ataupun memaafkan.Contohnya bisa kita lihat kalau mereka bertengkar saat sedang bermain atau bercanda.Biasanya kalau bertengkar ujung-ujungnya nangis trus saling marahan.Tapi coba lihat,berapa lama mereka marahan ? Cuma sehari doang.Esoknya sudah main bersama lagi.Lho kok bisa ya?Yaiyalah,anak kecil kan mikirnya hari ini ya hari ini,besok ya besok.Artinya semua masalah dengan orang lain yang terjadi hari ini,cuma berlaku hari ini.Besoknya,masalah hari kemarin sudah dilupakan seolah-olah mereka tak pernah bertengkar.Sedangkan dengan orang dewasa,bertengkar hari ini mungkin 3 bulan/bahkan lebih belum tentu mau baikan,kalau tak ada salah satu pihak yang mengalah dan mengambil inisiatif minta maaf duluan.Waktu saling marahan,liat wajah orang buat marah saja ogah,apalagi sampai mau mendekat minta maaf.Apa yang dicontohkan anak kecil tadi itulah yang seharusnya kita tiru,bukan seperti orang dewasa tadi.Ingatlah,Kita ini bukan orang yang paling benar.Ada kalanya bisa salah juga,jadi pandai-pandailah introspeksi diri
5.  Mudah mengganti kebutuhan
Tidak seperti orang dewasa,anak kecil sebetulnya punya lebih banyak kebutuhan.Sebenarnya apa yang mereka pikir kebutuhan itu bukan kebutuhan dalam arti seseungguhnya,melainkan keinginan.Jadi beda ya,antara kebutuhan dan keinginan.Kebutuhan itu kalau tidak dipenuhi bisa jadi masalah.Contohnya : makan,minum,pakaian,rumah.Sedangkan keinginan itu bisa ditunda sampai mampu dipenuhi,contoh : mobil,game,perhiasan.Jika tidak dipenuhi saat itu juga,tidak masalah karena bisa dipenuhi lain waktu.Anak kecil kadang minta jajan yang ini,yang itu..kadang sudah dipenuhi malah nggak jadi,minta yang lain lagi.Nah,kadang kalau kakak adik yang masih kecil sama-sama main suka rebutan mainan,ambil contoh main pesawat-pesawatan.Orang tua terkadang menjelaskan dengan cara tukeran mainan.Biasanya bilang “Ini dek,mainannya lebih bagus,bisa terbang,wuuzz wuzz” .Si adek langsung menurut.Akhirnya mau dengan mainan yang diberikan orang tua.Apa artinya cerita itu tadi? Anak kecil tidak mempermasalahkan kebutuhan,bisa ganti kapanpun.Beda halnya dengan orang dewasa,sekali punya keinginan pasti susah untuk diganti.Dengan sifat seperti itu bisa jadi akan menyulitkan untuk diberi saran orang lain.Seharusnya,tidak perlu ngotot dengan keinginan itu,karena rizki sudah ada yang mengatur.Kita boleh punya keinginan tapi tidak perlu pusing apalagi stress jika tidak terpenuhi.
Jadi tak selamanya sifat orang dewasa itu benar dan baik,anak kecil sekalipun bisa memberi contoh bagi kita tentang bagaimana menjadi pribadi yang baik.Jadi sadarkan diri kita semua,sudahkah kita baik ? Semua itu hanya bisa dijawab oleh hati kita masing-masing.Tanyalah hatimu,disanalah terdapat semua jawabnya,seperti anak kecil.. mulailah segala hal dari hati.Karena hasilnya akan selalu baik.Mungkin itu saja yang bisa saya sampaikan diposting kali ini,mudah-mudahan bisa memotivasi kita semua menjadi pribadi yang lebih baik lagi,sampai jumpa lagi diposting selanjutnya yaa..
Bye-bye ^_^

loading...

8 Comments

  1. Haha… jadi ingat dulu, pengalaman pahit gini gan ceritanya saat kecil aku pernah bertengkar dengan temen cewek umurnya jauh lebih muda dariku, karena kalah dia lalu mengadu pd ortunya lalu menyebar ketetangga lain mereka menganggapku semena2 kpd yg lebih muda. Spt point ke 4 dari sifat anak, kupikir masalah udah selesai tapi ternyata tidak, di hari2 berikutnya aku dpt teguran dari para orang dewasa dengan nada tidak senang memusuhiku termasuk dari keluargaku yg dpt laporan dari tetangga. kemudian kudatangi rumahnya lalu kujelaskan permasalahannya pd ortunya bahwa ini cuma masalah sepele tapi dibesar2kan sambil agak dongkol kubilang ini masalah antar anak kecil seharusnya orang dewasa tidak perlu ikut campur cukup mengingatkan saja jika anak bertindak berlebihan ketika bertengkar. Sejak itu aku tak lagi dimusuhi orang dewasa dan tetap kembali bermain dengan temen cewek tsb.

  2. @Huda
    Itu resiko jdi anak yg usianya lebih tua,kalau lagi main dg anak yg lebih muda dan anak tsb nangis pasti yg disalahin kita2 yg lebih tua.Aku prnah juga kayak gitu gan,temen mainku yg lebih muda pas main sama2,dia bru beli pistol2 yg ada lampunya dan bisa menyala sekaligus keluar bunyinya klau dipencet pelatuknya,trus krn penasaran kupinjam sebentar dan pas dibalikin dia lalu main lgi dg pistol mainan itu.Eh..gataunya dia gak hati2,pistol mainannya itu jatuh gara2 dipake tembak2an sambil lari2an.Trus anak itu nangis pulang sambil ngadu ke ortunya.Besoknya ortunya dateng marah2in aku.Wktu itu aku cuma diem sambil nangis,gak berani menjelaskan..soalnya ortunya galak banget..Untung ada yg ngebelain,seorang kakek yg waktu kita main,dia nontonin kita.Setelah dijelasin akhirnya ortu anak tdi ngerti juga lalu minta maaf krn bentak2 aku.Stlh 2 hari kejadian itu,kami sdh main bersama lagi.Trnyata anak itu menuduhku yg salah biar dapet ganti mainan yg baru.Soalnya kalau bilang dia sendiri yg ngerusakin pasti gak dibeliin mainan itu lagi.

  3. Enak tu ada yg ngebelain, kalau aku sama sekali gak ada yg membela semua memusuhiku, pokoknya pengen nangis, karena gak tahan akhirnya kuberanikan diri menjelaskannya akhirnya semuanya diam gak ada yg minta maaf padaku, sangat menyakitkan masih kecil diomeli asal tuduh tanpa tahu perkaranya. Orang dewasa memang gensi jika minta maaf apalagi sama anak kecil sepertiku dulu ckckck….

  4. @Huda
    iya gan,ada yg masih baik mau ngebelain,jadinya masalahnya cepet selesai,nggak sampai lama marahannya.Klo melihat apa yg kmu alami wktu itu rasanya ikutan sedih juga,masih kecil dituduh yg sbnarnya gak dilakuin.Emg gitu kebanyakan orang dewasa,susah mengakui kesalahan apalagi minta maaf,sama anak kecil pula

  5. Hik..hik…cup..cup.. Bukan melihat tapi membaca gan, pas banget sedihnya diiringi musik ginian rasanya jadi makin tegar menghadapi cobaan. Ada cerita terkenal yg sering difilmkan yg kubenci hingga kini namun malah disukai para cewek yaitu cerita "bawang merah bawang putih" ttg bersabar tapi dlm sinetron sering digambarkan bawang putih yg ditindas diperlakukan semena2 cuma menangis pasrah hingga muncul keajaiban yg menolongnya. yg kubenci adalah sikapnya yg terlalu cengeng dan pasrah menerima semua caci maki & perlakuan kasar tanpa ada upaya sedikitpun utk melawan atau setidaknya menghindar mencegah dari perlakuan buruk. misal adegan saat mencuci baju disungai ada selendang yg hanyut terbawa air tapi saat menyadarinya malah menangis sambil memikirkan akibatnya nanti jika ketahuan tanpa berusaha mengejar mengambilnya kembali selendang yg hanyut tsb. Bikin kesel kenapa sutradaranya membikin ceritanya spt itu, ini bisa jadi contoh buruk membuat orang mudah menyerah. Pasrah bukan berarti mudah menyerah seharusnya berupaya semampunya dulu baru kemudian menyerahkan hasilnya sepenuhnya pada Tuhan inilah makna pasrah. Jika kuperhatikan rata2 sinetron Indonesia kayak gitu: menangis, percintaan, rebutan harta dsb nggak mendidik!!

  6. @Huda
    Mksudnya melihat dlu baru membaca gan hehe..
    itu sih kebiasaan sutradaranya gan,adegan sinetronnya didramatisir,klo bawang putih mau berusaha sbnarnya bisa,tapi di sinetron itu karakternya lemah,seperti gak punya kekuatan melawan.Sutradaranya pengen supaya bawang putih kelihatan sifatnya baik,malah jadinya baik yg terlampau pasrah,hanya menerima segala sesuatunya bgtu saja.Selain tidak mendidik,ceritanya membuat yg nonton terpengaruh jdi cepat putus asa menghadapi masalah.Beginilah keadaan sinetron di indonesia saat ini,cuma ngejar untung

  7. Saya setuju gan sama yang poin yang jujur itu , Itu perilaku yang palng patutu di contoh sepenuhnya , Karena jujur akan membawa kita ke jalan yang aman dan tentu . . . . thanks gan informasinya 🙂

  8. @Adam Sahensyah
    iya gan,meskipun utk jujur itu tidak mudah karena orang juga banyak yg nggk suka dan selalu mendapat cobaan tapi pada akhirnya akan menjadi baik jika terbiasa berperilaku jujur

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*